Perbedaan Jalan dan Lari

Jalan dan lari menjadi aktivitas yang bisa dipilih guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran badan. Kedua aktivitas tersebut masuk dalam macam olahraga kardio yang bisa menyehatkan. Perbedaan jalan dan lari sebetulnya bisa dilihat secara jelas.

Kebanyakan orang akan jalan apabila sedang santai dan tidak dikejar oleh waktu. Di sisi lain pasti akan berlari jika merasa sedang terburu-buru.

Walaupun terlihat jelas, sebagian orang masih bingung apabila disuruh untuk menjelaskan perbedaan dari kedua aktivitas yang satu ini. Oleh karena itu, simaklah hal-hal di bawah ini.

Perbedaan Jalan dan Lari Sebagai Aktivitas Olahraga

1. Teknik

Secara teknis, ketika berjalan kaki akan menyentuh tanah terus-menerus. Saat posisi dari kaki pertama menyentuh ke permukaan tanah menggunakan jari kaki, maka kaki lainnya akan menempatkan tumit pada permukaan tanah yang posisinya lebih depan. Nah, gerakan tersebut akan selalu berulang dengan berkesinambungan.

Sedangkan ketika lari, maka kaki menyentuh ke permukaan tanah dengan bergantian. Pasalnya, kaki akan melakukan suatu lompatan ketika bergerak maju. Semua bagian dari telapak kaki menumpu badan dengan bersamaan pada atas permukaan tanah. Nah, hal tersebut dilakukan kaki kiri dan kaki kanan dengan bergantian.

Editor terkait:

2. Intensitas

Perbedaan jalan dan lari juga terdapat pada intensitasnya. Olahraga lari akan lebih intens daripada dengan berjalan. Sebagian orang telah mengetahui bahwa olahraga yang intensitasnya tinggi bisa menguras energi dan membakar kalori dalam jumlah yang banyak.

Apabila berjalan bisa membakar kalori hingga 300 dengan waktu satu jam, maka lari dapat membakar kalori dalam jumlah sekitar 800 dengan durasi yang serupa. Sehingga, manfaat pembakaran lemak akan lebih besar berlari dibandingkan dengan jalan saja.

3. Dampak

Jika olahraga jalan dapat dilakukan secara baik dan benar, maka bisa memberikan manfaat untuk kesehatan yang sama dengan lari, tetapi memiliki risiko cedera yang tentunya lebih kecil. Sementara, berlari mempunyai dampak tinggi sebab kaki akan dihentakkan secara kuat pada permukaan tanah ketika lari.

Hal tersebut bisa memberikan beban ke persendian dan kaki sehingga ada potensi timbul risiko cedera yang jauh lebih tinggi. Berbagai macam cedera yang umum terjadi akibat lari yaitu memar, lecet, terkilir, kram, dan keseleo.

Untuk dapat terhindar dari risiko cedera serta mengurangi dampaknya tersebut, maka terdapat beberapa cara. Misal seperti memilih alas kaki yang nyaman dan sesuai, melakukan pemanasan dahulu, memilih trek lari yang benar, dan menggunakan teknik lari yang baik.

Editor terkait:

4. Manfaat

Baik jalan maupun lari sama-sama memiliki manfaat untuk kesehatan pembuluh darah dan jantung. Keduanya baik guna meningkatkan kolesterol baik, menurunkan tekanan darah, dan menjaga kesehatan jantung. Akan tetapi, jalan akan memerlukan waktu yang lebih lama guna menghasilkan manfaat itu apabila dibandingkan lari.

Walaupun lari lebih banyak memberikan manfaat, namun sebaiknya memilih jenis olahraga yang memang cocok dengan kebutuhan dan kemampuan diri sendiri. Untuk penderita penyakit tertentu yang keadaanya dapat memburuk apabila lari, maka lebih direkomendasikan untuk jalan saja. Namun, lari bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin diet, meningkatkan stamina, dan olahraga yang lebih efisien.

Untuk menjelaskan tentang perbedaan jalan dan lari, maka Anda bisa menemukan manfaat keduanya untuk stamina tubuh. Lari bisa meningkatkan stamina dan kondisi yang lebih baik lagi daripada dengan jalan. Anda yang rutin lari dapat mempunyai stamina tahan lama dan lebih kuat ketika melakukan kegiatan fisik.


Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pengetahuan Umum atau konten menarik lain di PPPA

Tinggalkan komentar