Mengapa Indonesia Memiliki Iklim Laut

Iklim merupakan kondisi rata-rata cuaca di suatu wilayah berdasarkan perhitungan tekanan atmosfer, curah hujan, tingkat kelembapan, arah angin, serta suhu. Keadaan iklim akan memengaruhi pola hidup di kawasan tertentu, seperti hewan dan tanaman apa yang mampu bertahan hidup di dalamnya.

Pembahasan spesifik tentang persoalan ini biasanya dibahas dalam bidang klimatologi. Indonesia sendiri secara umum mengalami iklim tropis dengan pembagian dua musim yakni hujan dan kemarau.

Mengapa Indonesia Memiliki Iklim Laut dan Penjelasannya

1. Mengenal apa itu iklim laut

Iklim laut merujuk pada kondisi cuaca di wilayah garis lintang tengah sejumlah benua di sepanjang pantai bagian baratnya. Dalam artian lain, iklim laut juga dikenal sebagai pengaruh langsung tinggi atau rendahnya permukaan air laut dan curah hujan di suatu daerah.

Daerah dengan dominasi lautan akan cenderung bersifat lembap akibat tingginya curah hujan. Dengan kata lain, musim hujan di negara ini memang relatif lebih panjang dan lama.

2. Wilayah lautan yang luas

Barangkali sebagian besar orang bertanya-tanya, mengapa Indonesia bisa memiliki iklim laut? Jawabannya sebenarnya sederhana, sebab negara ini memiliki perairan yang luas atau dikenal juga dengan sebutan wilayah maritim. Sebutan tersebut merujuk pada keadaan di mana luas daratan lebih kecil dibanding lautan. Tak heran, curah hujannya pun jadi lebih tinggi dibanding negara dengan kondisi daratan yang jauh lebih luas.

3. Status negara kepulauan

Status negara kepulauan juga bukan sekadar gelar semata, tetapi memang memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi iklim dan cuaca bagi Indonesia. Misalnya, dengan maraknya angin laut yang berembus mengantarkan awan mendung.

Akibatnya, kondisi cuaca di kawasan lautan Indonesia dapat dikatakan lumayan ekstrem. Adanya keadaan demikian pada puncaknya akan menyebar ke wilayah daratan dalam bentuk curah hujan.

4. Adanya dua samudera besar

Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua samudera besar yakni Samudra Pasifik dan Hindia. Keduanya merupakan sumber utama mengapa produksi awan hujan begitu tinggi.

Apalagi, angin akan turut serta berkontribusi memindahkan awan hujan dari lautan menuju ke daratan, terutama jika intensitasnya lumayan kencang. Perpindahan awan hujan itulah yang membuat iklim laut muncul di Indonesia.

5. Keaktifan dinamika atmosfer

Angin yang bergerak mengantarkan awan hujan tidak jarang juga akan menghasilkan hujan di tengah lautan. Itu jika muatan airnya terlalu tinggi sehingga sulit dipindahkan ke daratan.

Jangan heran, ada kalanya musim hujan telah tiba, tetapi curah hujan masih bisa dikatakan minim. Ini karena hujannya terjadi di tengah lautan dan bukan di darat.

Kondisi demikian membuat Indonesia mempunyai beberapa iklim selain iklim laut. Hal tersebut pada akhirnya menjadikannya dalam kategori wilayah dengan dinamika atmosfer yang lumayan aktif. Contohnya, kondisi iklim bisa saja berubah-ubah setiap bulannya. Hanya saja, secara umum tetap kembali pada keadaan dua musim yaitu kemarau dan penghujan.

6. Kondisi suhu terjaga

Adanya iklim laut juga memengaruhi kondisi suhu di Indonesia, di mana saat musim kemarau cenderung lebih adem, sedangkan musim hujan tidak terlampau dingin.

Biasanya, temperatur rata-rata per bulan di lautan saat sedang hangat kurang dari 22 derajat Celcius dan saat dingin lebih dari 0 derajat Celcius. Namun di satu sisi, suhu rata-rata per tahun cenderung lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain.

7. Tingginya posisi lintang tengah

Garis lintang ternyata turut memicu keberadaan iklim laut, di mana rata-rata negara dengan iklim ini terletak pada lintang tengah relatif tinggi sekitar 45 derajat sampai 60 derajat lintang.

Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya aliran jet kutub, yang dalam prosesnya akan bergerak ke arah timur dari barat melewati garis lintang tengah. Kemudian, menciptakan sistem badai, tekanan rendah, serta front.


Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pendidikan atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar