Mengapa Indonesia Masih Mengimpor Beras

Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang memiliki hamparan sawah melimpah dan petani yang handal. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa meskipun Indonesia memiliki produksi beras yang banyak, kita masih mengimpor beras dari luar negeri?

Untuk mengetahui alasan dibalik mengapa Indonesia mengimpor beras dari luar negeri, simaklah beberapa uraian yang ada di bawah ini.

7 Hal yang Menyebabkan Indonesia Melakukan Impor Beras

1. Penduduk Indonesia Sangat Banyak

Seperti yang sudah kita ketahui, penduduk Indonesia terdiri atas dua ratus juta lebih, sebuah jumlah yang sangat fantastis sehingga menjadikan Indonesia menduduki peringkat tinggi dalam ranking negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Penduduk yang banyak tentu saja memiliki arti bahwa kebutuhan pun juga akan semakin melonjak.

Produksi beras yang dihasilkan setiap tahunnya dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Indonesia yang membludak. Karena itulah, mau tidak mau pemerintah pun memilih impor beras dari Thailand sebab negara itu memiliki pasokan beras sisa yang sangat banyak. Hal tersebut tentunya sangat merugikan petani lokal yang memproduksi beras.

2. Banyak Sawah yang Beralih Fungsi

Kini, Indonesia berusaha untuk berubah menjadi negara industri, akan tetapi hal tersebut memiliki dampak yang buruk terhadap keberadaan sawah. Proyek pembangunan seperti jalan tol, pabrik, hotel, dan lain-lain akan menggerus sawah sehingga keberadaan sawah menjadi sedikit setiap tahunnya.

Alih fungsi sawah yang semakin langka akan membuat produksi padi menjadi menurun, sehingga untuk memenuhi kebutuhan beras harus diimpor dari luar negeri. Hal itu tentunya sangat mengecewakan sebab sawah-sawah harus hilang dan berganti menjadi area perkotaan dan industri. Petani kehilangan area penting untuk membudidayakan beras yang bisa dijual.

3. Anomali Cuaca

Tidak hanya faktor pembangunan dan sosial saja, namun alam pun turut serta menjadi hal yang menyebabkan Indonesia melakukan impor beras. Cuaca yang tidak stabil dan tidak bisa diprediksi dengan mudah menyebabkan petani lokal mengalami kesulitan dalam memproduksi beras yang berkualitas tinggi.

4. Produk Beras Lokal Masih Terbatas

Produk beras lokal yang dihasilkan oleh petani Indonesia masih kalah jumlah apabila dibandingkan dengan petani yang ada di negara lain. Faktor ini menyebabkan Indonesia menjadi ketinggalan dalam hal produksi beras lokal sehingga pemerintah memilih mencari jalan aman dan menggunakan jalur alternatif lain untuk mendapatkan beras.

5. Harga Beras Impor yang Murah

Tidak bisa dipungkiri, harga beras impor memang lebih murah apabila dibandingkan dengan beras lokal. Masyarakat pun lebih memilih untuk membeli beras impor karena lebih terjangkau, meskipun hal tersebut bukanlah hal yang baik karena beras lokal juga tetap memiliki harga yang bersahabat. Membeli beras lokal akan sangat membantu petani yang ada di Indonesia.

6. Kelalaian Pemerintah

Pemerintah selalu mendapatkan data mengenai jumlah produksi beras setiap bulannya, akan tetapi kebanyakan dari mereka memilih untuk tidak mempercayai data tersebut dan tetap memilih jalur impor. Banyak pihak yang bermain dalam kegiatan impor komoditas pangan untuk membuat diri mereka sendiri meraih keuntungan yang tinggi.

7. Data Antar Institusi yang Berbeda

Faktor terakhir yang kemungkinan menyebabkan pemerintah memilih impor beras adalah karena data yang disajikan antar institusi mengenai beras berbeda-beda. Bisa jadi, hal tersebut karena kurangnya koordinasi dan sinergi yang dimiliki oleh institusi tersebut sehingga data yang dihasilkan pun tidak sesuai dan serasi.

Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pendidikan atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar