Testimoni Sedekah

Indra Wijaya - Jurus Sedekah Haji Indra

  3,690


 

Usaha sedang pasang surut dan anak remajanya meninggal, membuat pengusaha Indra Wijaya cukup limbung. Ia divonis kena gangguan jantung. Aduh, padahal saat itu perusahaannya sedang bersiap menggarap ladang minyak di Sumatera Selatan.

Indra harus masuk ke Rumah Sakit Harapan Kita untuk menjalani operasi jantung. Waktu itu, menurut diagnose dokter, jantungnya harus dipasangi 3 ring. Sebab, ada enzim di dalamnya yang kadarnya sangat tinggi, jauh melampaui batas normal.

Menunggu jadwal operasi di kamar rawat, Indra dibesuk sahabatnya, Dwi Susanto. Orang Bogor ini dikenal sebagai motivator yang dermawan. Ia juga penjual susu kambing untuk kesehatan.

“Pak Haji,’’ kata Dwi di penghujung kunjungannya, ‘’coba sedekah ke anak yatim, biar didoakan mereka.” Indra menuruti nasehat sahabatnya.

Ia bersedekah Rp 2,5 juta melalui Dwi untuk disampaikan ke anak-anak yatim. Tiba jadwal operasi, tim dokter kaget. Ternyata, dalam waktu singkat kondisi jantung Indra sudah jauh membaik. Sehingga, ia hanya perlu dipasangi 1 dan bukan 3 ring.

‘’Ini amazing. Kita belum pernah menemui kasus seperti ini,’’ kata dokter. Sedangkan Indra meyakini, sedekahlah yang ‘’bekerja’’ di balik keajaiban ini.

Maka, begitu keluar dari rumah sakit, Indra menjadikan sedekah sebagai kebutuhan hidupnya. Ia juga menularkan kebiasaan sedekah kepada keluarganya.

Misalnya, untuk mendapatkan jodoh terbaik bagi putrinya, Chairman of the Excecutive Commitee and CEO PT Indospec Oil and Energy ini menerapkan matematika sedekah yang disarankan Ustadz Yusuf Mansur. Ia bersedekah 10% dari anggaran hajatan pernikahan yang diperkirakan Rp 2 Milyar. Uang sedekah Rp 200 juta itu disalurkan melalui PPPA Daarul Qur’an untuk program nikah massal di Badui, Banten.

Belum lagi uang sedekah diberikan ke PPPA Daqu, Ustadz Yusuf Mansur sudah memberi kabar baik. Ada anggota jamaah Spiritual Company yang menanyakan putri Indra untuk anaknya.

‘’Masya Allah, ternyata calon besan itu teman kuliah saya,’’ kata Indra, yang kemudian betul-betul besanan dengan kawan semasa di kampus itu.

Dari sinilah, Indri putri Indra mulai meyakini khasiat sedekah. Ketika Indri belum juga dikaruniai momongan, ia bersedekah Rp 10 juta untuk biaya melahirkan seorang ibu dhuafa. Tak lama berselang, Indri positif hamil.

Indra juga menyarankan sedekah untuk kelancaran studi menantunya. ‘’Waktu itu menantu saya harus bolak-balik ke kampus mengurus sidang, nggak kelar-kelar. Lalu saya sarankan dia bersedekah dulu.

Alhamdulillah, ia segera mendapat jadwal sidang dan diwisuda,’’ tutur Indra.

Kini, untuk sedekah, Indra sudah tidak hitung-hitungan lagi. Sebab, ia yakin, harta kita yang sesungguhnya bukanlah yang kita miliki dan nikmati sendiri, melainkan yang disedekahkan.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni