Testimoni Sedekah

Nur Muawanah - Karena Sedekah, Tak Hanya Materi Saja

  796


Percaya, bahwa Dzikir merupakan pembersih hati?

Jika hati ini keruh karena tertutup karat, bagaimana menbersihkannya? Sedangkan, jika pakaian kotor, gampang saja kita mencucinya dengan air dan sabun pembersih. Ini hati, tak terlihat karatnya namun dapat dirasakan oleh jasad manusianya sendiri.

Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits Riwayat Bukhari Muslim, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”

Maka, karat yang mengakar di dasar hati tersebut tak pernah akan rontok jika bukan karena kehendak Allah SWT. Usaha manusia hanyalah berdoa dan berdzikir, mengingat-Nya. Dengan dzikir, InsyaAllah hati yang hitam lagi kotor bagai secangkir tinta, perlahan akan beranjak menjadi air susu.

Itu prinsip yang tengah diteguhkan oleh seorang plagiat sedekah bernama Nur Muawanah. Berpikir secara logika sudah lama ditinggalkannya. Karena, menurutnya Allah tidak pernah masuk di akal.

Apalagi, dengan sebagian puzzle hidupnya yang terjadi 2010 silam. Tatkala anak bungsunya akan segera masuk ke jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Dalam posisi tersebut, Nur menjadi orang yang sangat bingung.

"Saat itu hari sabtu, pikiran saya tak tahu sudah di mana. Senin, dua hari lagi, anak bungsu saya akan masuk kelas satu SD. Sedangkan saya belum memiliki sehelai pun seragam untuknya," papar wanita 38 tahun itu.

Hal tersebut membuatnya was-was tak menentu, Najatulloh, anak terakhirnya, nampak sangat gembira akan masuk ke SD. Namun, apa yang harus dikenakkan anaknya tersebut, jika seragam pun belum ia miliki.

"Tapi, saya pasrahkan kepada Allah, yakinnya dibesarkan. Percaya bahwa Allah akan melihat hamba-Nya yang membutuhkan-Nya," ucap wanita asal Serang itu.

Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, Nur, yang tadinya berpikir melepaskan hari ini dengan kesedihan. Akhiranya, mendapat tawaran job untuk hari itu juga. Yang lebih Subhanallah, bisyarah atau upahnya pun diantarkan saat itu pula. MaasyaaAllah.. Allahuakbar..

Hal yang dirinya pegang hingga saat ini adalah, menggantungkan semuanya kepada Allah, keajaiban yang datang ketika bersandar kepada-Nya. "Jika dilogika mah, uang saya belum sampai untuk itu, tetapi kalau Allah izinkan, maka tak ada yang mampu menghalangi," tegas Nur.

Menurutnya, setiap kemudahan yang Allah berikan adalah hikmah dari ibadah seorang hamba selama ini, termasuk sedekah. Itulah sedekah, tak harus berbentuk materi, melainkan amal, tenaga, pikiran, sikap baik kepada sesama pun dapat menjadi penolong kita.

Ternyata, ilmu itu yang Nur dan keluarga adopsi dari Ustad Yusuf Mansur. Dengan riyadhoh sedekah, sholat sunnah, puasa sunnah, dzikir dan amalan lainnya, ia menjadi setegar ini menghadapi masalah.

"Saya meyakini, Ustad Yusuf Mansur dapat menjadi guru untuk saya dan keluarga. Apalagi, saat beliau hadir dimimpi, bersama dengan Kyai saya saat di pesantren dulu," jelasnya.

Mulai saat itu, kajian demi kajian ia rutinkan bersama ustad Yusuf Mansur. "Semua kesenangan, susah, bahagia dan cobaan merupakan bagian dari ujian hidup, pokonya Allah dulu, Allah lagi, Allah terus," jelasnya.

Benar adanya, jika sedekah adalah jembatan dari Allah untuk menyampaikan rezekinya. Karena. di sana terdapat daya tarik menarik, bilamana kita menanam benih, hasilnya pasti akan kita tuai pula.

Apalagi, jika benih tersebut baik, apa bukan kebaikan pula yang akan diberikan oleh Allah, Sang Maha Perkasa.


Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni