Testimoni Sedekah

Irma Retno Mukti - Hikmah Besar Di Balik Musibah

  1,730


Dewasa ini, masyarakat pengguna kendaraan motor beroda dua dan empat semakin meningkat. Tidak hanya menjadi favorit para kaum adam, kendaraan ini pun digandrung kaum hawa, bahkan anak-anak.

Padatnya kendaraan bermotor di kota metro politan yang padat ini tidak sedikit mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Pun yang dialami Irma.
 
Wanita berusia 29 tahun ini mengalami kecelakaan motor yang mengakibatkan patah tulang pada kaki kanannya. Ia menceritakan, kejadian naas itu dialaminya sekitar tiga bulan lalu.

Saat itu, ia tengah mengendarai sepeda motornya seorang diri, dan tiba-tiba ada pengendara sepeda motor lain yang menabraknya dari belakang. Insiden itu membuatnya kehilangan keseimbangan, sehingga jatuh dan tertimpah rangka besi bermesinnya.
 
Patah tulang yang dialaminya, mengharuskan ia segera dioperasi. Begitulah sang dokter mendiagnosa hasil malapetaka yang dideranya. Jangankan untuk menghadapi pisau bedah, sekedar jarum suntik dan infus saja, wanita yang memiliki nama lengkap Irma Retno Mukti ini tidak berani. Dalam kegundahan dan rasa sakitnya, teringat sosok Ibu yang begitu dicintainya.
 
"Ya Allah, beginikah sakit dan susahnya berjalan yang dialami mama?" gumamnya. Mengingat, sang bunda mengalami sakit yang hampir sama, yaitu syaraf terjepit pada bagian kaki. Sehingga, mengharuskannya merangkak, bahkan merangkak jika ingin berjalan.
 
Disaat kegalauan melanda, datanglah tawaran pengobatan secara tradisional yang dibawa oleh salah seorang temannya. Kembali gundah dirasakan wanita yang bekerja di kawan industri MM 2001 itu, lantaran temannya membawa dua pilihan, anatara urut syaraf atau harus ke patah tulang. Ngeri mambayangkan sakit yang harus ditahan jika ke patah-tulang, sebab harus di betot jika ke patah-tulang, ia lebih memilih urut syaraf.

Alhasil, dua pekan setelah mendatangi pengobatan tradisional, tak dibutuhkan lagi tongkat penyanggah untuk berjalan. "Alhamdulillah, setelah diurut, 2 pekan kemudian, saya sudah bisa berjalan lagi tanpa harus menggunakan tongkat," ungkapnya.
 
Segera menghubungi sang ibu untuk menceritakan hal yang dialaminya, ialah hal yang wanita kelahiran Jakarta ini lakukan. Dengan alasan takut sang ibu khawatir, kemalangan yang dialami tak diceritakan kepada keluarga hingga kesembuhan menghampirinya. Setelah menceritakan perihal tersebut, segera diajak sang bunda untuk datang ke tempat pengobatan yang sama.
 
"Alhamdulillah, dibalik musibah yang saya alami, ada hikmah dibaliknya. Ibu saya bisa berjalan lagi setelah harus merangkak selama dua bulan pasca satu minggu mengikuti pengobatan yang sama," pungkasnya.
 
Saya tidak tahu, lanjut ia, entah ini jawaban atas doa saya selama ini yang saya iringi dengan sedekah setiap harinya atau karena yang lain. Wanita yang memang lulusan Pondok Pesantren Kh. Nur'alim, Bekasi ini memang sudah diajarkan tentang sedekah dan keutamaan-keutamaan sedekah sejak bersekolah dahulu.
 
Ditambah lagi, sejak mengenal ustad Yusuf Mansur melalui tausiyah-tausiyahnya yang kerap kali ditayangkan di media televisi. Mendorongnya semakin gemar bersedekah dan riyadhoh DaQu Methode lainnya.

Kunjungan ke Pondok Pesantren Daarul Qur'an pun sering ia lakukan. Kunjungan ini ia lakukan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Ponpes, salah satunya ialah tahfidz intensif pada 2013 silam.
 
Bukan kegiatan di PonPes DaQu, berbagai macam kegiatan yang sering diadakan PPPA Daarul Qur'an pun sering ia ikuti. Seperti, Kajian Islam Bulanan Istiqlal (KIBI), Wisuda Akbar, dan bahkan kini perempuan yang tinggal di Bekasi Timur ini menjadi salah satu anggota simpul sedekah.
 
Beliau mengakui, melalui sedekah, banyak sekali kemudahan-kemudahan yang dialami ketika menghadapi berbagai macam persoalan hidup. Seperti kecanduan sedekah, beliaupun mendaftarkan diri menjadi anggota PayTren, karena ada program sedekah setiap harinya.

"Setiap kali punya rezeki, selalu ingin saya sedekahkan, maka itu saya ikut PayTren, karena ada rogram sedekah setiap harinya. Meskipun sedikit, saya ingin bisa bersedekah setiap harinya," ujarnya.
 
Karena, ada keistimewaan sedekah pada pagi hari, yaitu terhindar dari segala macam bahaya dari pagi hingga sore.




Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni