Perbedaan MRT dan LRT

Sekarang ini Indonesia mulai berbenah untuk memfasilitasi alat transportasi yang dapat ditumpangi orang dengan jumlah banyak. Misalnya saja dengan adanya MRT dan LRT yang sudah ada di Kota Jakarta. Tentu saja penting untuk mengenal perbedaan MRT dan LRT.

Kedua transportasi umum ini sekilas akan terlihat serupa, yaitu berbentuk kereta. Sehingga tidak heran apabila kebanyakan orang sulit untuk mengetahui perbedaan dari kedua transportasi umum tersebut.

MRT sendiri merupakan singkatan dari Moda Raya Terpadu. Sedangkan, untuk LRT yaitu kependekan dari Lintas Rel Terpadu.

Perbedaan MRT dan LRT yang Wajib Diketahui

1. Gerbong Khusus

Gerbong khusus merupakan suatu hal yang merupakan pembeda yang paling terlihat. MRT mempunyai gerbong khusus untuk wanita pada jam sibuk seperti saat pulang kerja. Untuk posisi dari gerbong ini ada di ujung kanan dan kiri dari kereta. Terdapat pula tanda khusus yang mudah dilihat seperti pada KRL.

Selain itu, bagi pengguna kursi roda ataupun membawa kereta bayi juga disediakan beberapa gerbong yang bisa digunakan. Sedangkan, LRT tidak mempunyai gerbong khusus. Tetapi pada setiap gerbongnya sudah ada tempat kosong yang dapat dipakai untuk bersandar. Selain itu, di tempat kosong tersebut dapat pula dipakai bagi penumpang yang disabilitas, menggunakan kursi roda, ataupun manula.

Editor terkait:

2. Waktu Tempuh

Waktu tempuh MRT Jakarta mulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI yaitu kisaran 30 menit dengan jarak kurang lebih 16 km. Sementara, waktu tempuh LRT Jakarta mulai dari Rawamangun hingga Kelapa Gading yaitu sekitar 13 menit dengan jarak tempuh sekitar 5,6 km.

Perbedaan MRT dan LRT yang lainnya yakni terletak pada waktu tunggu kereta saat ada di stasiun. Apabila waktu tunggu MRT hanyalah sekitar 5 menit saja, sementara untuk LRT bisa sampai 10 menitan.

3. Perlintasan

MRT maupun LRT memiliki jalur perlintasan masing-masing. Bahkan, kedua jenis kereta tersebut juga akan berhenti pada stasiun yang beda. MRT memiliki dua jalur perlintasan yang terdiri atas jalur layang atas tanah dan rel bawah tanah. Sedangkan, LRT memiliki satu jalur perlintasan yang berupa rel layang atas tanah.

4. Kapasitas Penumpang

MRT yang dibuat oleh pabrik Jepang telah menyediakan setiap gerbong yang dapat digunakan untuk mengangkut hingga 332 penumpang. Sedangkan, LRT yang didatangkan dari Korea memiliki tiap gerbong dengan kapasitas sampai 135 penumpang. Apabila penuh, maka LRT bisa mengangkut hingga 270 penumpang.

Sementara, dalam satu rangkaian MRT dapat mengangkut total penumpang kurang lebih 1950-an. Maksimum kapasitas dalam LRT hanya akan mencapai 600 penumpang. Oleh karena itu, target penumpang untuk MRT tentu lebih banyak dibandingkan LRT. Tetapi dikarenakan MRT belum selesai sepenuhnya sebab baru diresmikan, maka hanya menarget kurang lebih 173 penumpang per hari.

Editor terkait:

5. Rangkaian Kereta

Jumlah rangkaian pada MRT pastinya lebih banyak daripada punya LRT yang hanya berjumlah 2 sampai 3 gerbong kereta. MRT mempunyai gerbong yang jumlahnya bisa mencapai 6 gerbong kereta.

6. Ukuran

Perbedaan MRT dan LRT yang terakhir ternyata juga terletak pada ukuran badannya. Jika ditengok dari bentuk kendaraanya, maka MRT mempunyai bentuk badan lebih besar dari LRT. Ukuran MRT adalah 20 m x 2,9 mx 3,9 m. Sedangkan, untuk besar dari badan LRT yakni 15 m x 2,65 m x 3,68 m.


Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pengetahuan Umum atau konten menarik lain di PPPA

Tinggalkan komentar