Perbedaan Gerakan Janin Laki2 dan Perempuan

Bagi seorang ibu hamil, salah satu hal yang paling membuat penasaran adalah mengetahui apa jenis kelamin sang calon buah hati. Banyak orangtua yang melakukan berbagai cara hanya karena ingin mengetahui apa jenis kelamin sang calon buah hati.

Di jaman yang semakin berkembang ini, sudah banyak tes yang bisa memperlihatkan jenis kelamin sang calon buah hati dengan lebih akurat. Tetapi masih ada sebagian orang yang masih percaya bahwa gerakan janin di perut ibu bisa menentukan jenis kelamin tertentu.

Pada umumnya pergerakan janin bisa dirasakan pada usia kehamilan 13-25 minggu. Namun, perlu kita ketahui bahwa pergerakan antara bayi satu dan yang lainnya tentu tidak sama. Jadi untuk itu, kita harus mengetahui apa saja perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan.

Beberapa Perbedaan Gerakan Janin Laki-Laki Dan Perempuan

1. Intensitas Gerak

Perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan yang pertama adalah pada intensitas geraknya. Intensitas gerak janin sendiri adalah ukuran seberapa seringnya janin dalam melakukan pergerakan. Pada janin berjenis kelamin laki-laki, intensitas gerakannya lebih sering terjadi dibanding dengan intensitas gerak pada janin berjenis kelamin perempuan.

Bila janin sering bergerak atau menendang-nendang setiap hari, bisa jadi itu petunjuk bahwa janin tersebut berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, jika sang janin jarang sekali bergerak, besar kemungkinan janin tersebut berjenis kelamin perempuan.

Editor terkait:

2. Perbedaan Gerakan

Antara janin laki-laki dan janin perempuan tentu memiliki perbedaan kekuatan dalam gerakannya. Jika calon bayi adalah laki-laki, maka akan memiliki gerakan yang kuat. Namun jika calon bayi adalah perempuan, maka pergerakannya lebih lembut atau kecil.

3. Keaktifan Gerak

Pada janin berjenis kelamin laki-laki, memiliki gerakkan yang aktif. Sementara pada janin berjenis kelamin perempuan gerakannya cenderung lebih pasif. Pentingnya observasi gerakan janin, agar kita mengetahui kondisi pertumbuhan sang calon bayi.

4. Detak jantung

Jika 12 minggu pertamanya detak jantung sang janin kurang dari 140 kali per menit, maka besar kemungkinan janin yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, bila detak jantung lebih cepat atau di atas 140 per menit, maka kemungkinan besar bahwa janin yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan.

5. Pergerakan Bayi

Pergerakan bayi biasanya baru bisa dirasakan ketika usia kandungan sudah menginjak sekitar minggu ke 20. Banyak yang mengatakan bila wanita merasakan gerakan yang lebih cepat, maka dia sedang mengandung anak laki-laki.

Sebaliknya, jika pergerakan lebih lama atau baru terasa sekitar minggu ke 20, kemungkinan besar bayi yang di kandungnya berjenis kelamin perempuan.

6. Tendangan Bayi

Jenis tendangan dari bayi juga bisa menjadi indikator untuk menentukan apa jenis kelamin bayi tersebut. Sebab, antara tendangan janin berjenis kelamin laki-laki dan tendangan janin berjenis kelamin perempuan tentulah memiliki perbedaan.

Janin berjenis kelamin laki-laki akan lebih sering menendang, jika dibandingkan dengan janin berjenis kelamin perempuan. Janin berjenis kelamin perempuan akan lebih banyak melakukan gerakan daripada melakukan tendangan.

Editor terkait:

7. Jenis Gerakan

Perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan yang terakhir dilihat dari jenis gerakannya. Jenis gerakan janin juga dipercaya dapat menjadi indikator dalam menentukan jenis kelamin sang calon buah hati. Jika janin laki-laki, janin akan bergerak teratur sesuai ritme tertentu.

Berbeda halnya dengan janin laki-laki, jika janin berjenis kelamin perempuan, kita tidak akan bisa memprediksi gerakannya. Terkadang menendang dengan perlahan atau bahkan keras, kadang saat malam bergerak atau diam.


Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pengetahuan Umum atau konten menarik lain di PPPA

Tinggalkan komentar