Mengapa VOC Mengalami Kemunduran dan Kebangkrutan Hingga Dibubarkan

VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie adalah kongsi dagang yang pernah berkuasa pada zaman penjajahan Belanda. Dalam menjalankan sistem pemerintahannya, VOC mempunyai ketentuan untuk memonopoli sistem perdagangan. Selain itu beberapa wilayah dikuasai oleh pihak VOC sehingga ruang gerak rakyat terbatas.

Apalagi keuntungan yang didapat pedagang juga diambil penuh oleh VOC. Namun kejadian ini tidak berlangsung lama karena VOC mengalami beberapa hal yang menyebabkan kebangkrutan.

Alasan VOC Mengalami Kemunduran dan Kebangkrutan Hingga Dibubarkan

1. Adanya Perdagangan Gelap

Sistem perdagangan yang diterapkan VOC diketahui memiliki aturan yang sangat ketat. Rakyat Indonesia tidak diperbolehkan menjual rempah-rempah kepada bangsa lain. Hal itulah yang membuat beberapa pedagang bekerja sama untuk menjualnya kepada pihak asing. Tentu perdagangan gelap tersebut berdampak bagi VOC dan menimbulkan masalah kemunduran ekonomi yang membuat VOC mengalami kebangkrutan.

2. VOC Terbukti Korupsi

VOC terbukti telah melakukan tindak korupsi dengan menggunakan keuntungan secara pribadi. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa hal salah satunya VOC ingin memperkaya diri. Selain itu saat pergantian jabatan, VOC memberikan hadiah atau upeti yang begitu besar. Sehingga beban hutang VOC semakin besar dan akhirnya berujung pada kebangkrutan yang membuatnya mengalami kemunduran.

3. Banyak Pengeluaran Biaya

Saat masa pemerintahan VOC, banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan. Pengeluaran ini digunakan untuk perluasan wilayah serta melengkapi peralatan perang. Biaya yang membengkak tersebut membuat beban hutang VOC semakin meningkat. Akibatnya perekonomian VOC tidak stabil dan diperkirakan tidak mampu membayar hutang. Maka dari itu VOC mengaku mundur dalam menjalankan kekuasaannya dan mengalami kebangkrutan.

4. Adanya Persaingan Perdagangan

VOC pernah mengalami masa kejayaan karena hasil dagang rempah-rempah yang meningkat pesat. Akan tetapi pada abad ke 18 banyak negara asing yang menyaingi perdagangan tersebut. Produk dan kualitas yang dihasilkannya pun sama seperti produk dagang Indonesia.

Hal tersebut membuat perdagangan rempah-rempah mengalami penurunan di pasar internasional. Dampaknya perekonomian VOC menurun sangat drastis dan lama kelamaan VOC mengalami kemunduran dalam menjalankan pemerintahannya.

5. Akibat Serangan

Kebijakan VOC yang sangat ketat dan mengikat masyarakat membuat banyak terjadinya serangan. Tak hanya dari pihak internal saja, tetapi serangan tersebut juga ada yang dilakukan oleh bangsa lain. Serangan ini berupa perang maupun beberapa orang yang membangkang terhadap aturan yang dibuat oleh VOC sehingga membuat biaya yang dikeluarkan semakin banyak.

6. Penyelewengan Keuntungan

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari hasil perdagangan banyak dikuasai sendiri oleh VOC. Keuntungan tersebut tidak dibagi rata dengan rakyat sesuai perjanjian. Sehingga membuat rakyat tidak mau memberikan keuntungan kepada pihak VOC. Kemudian lambat laun pihak VOC bangkrut dan mengakui kemundurannya dalam menjalankan sistem pemerintahan.

7. Anggaran Pegawai Terlalu Besar

Alasan lain yang membuat VOC bangkrut adalah besarnya anggaran pegawai. Apalagi pegawai yang bekerja dengan VOC diketahui jumlahnya sangat banyak. Akibat VOC sering berfoya-foya dan menerapkan ketentuan feodalisme dalam pemerintahannya membuat keuangan tidak stabil. Sehingga VOC tidak mampu memenuhi anggaran pegawai dalam jangka waktu yang lama.

8. Biaya Perang yang Besar

Beberapa wilayah diketahui tidak semuanya mau tunduk dan patuh terhadap kebijakan VOC. Banyak yang melakukan perlawanan hingga menyerang beberapa area pertahanan VOC. Sehingga pihak VOC harus mengeluarkan biaya lebih untuk melengkapi sejumlah peralatan perang. Besarnya biaya tersebut tentu juga berdampak terhadap hutang VOC yang semakin menumpuk dan lama kelamaan menyebabkan kebangkrutan.

Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pendidikan atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar