Mengapa Untuk Menghasilkan listrik Perlu Dibangun Sebuah Bendungan

Sebagian besar dari Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah bendungan. Bendungan itu sendiri merupakan sebuah bangunan yang digunakan untuk menampung air dalam jumlah besar.

Ada banyak sekali ragam manfaat yang bisa didapat dengan adanya bendungan. Salah satu manfaat yang paling umum yaitu untuk menghasilkan listrik. Berikut ini akan diulas mengenai mengapa untuk dapat menghasilkan listrik diperlukan adanya bendungan?

Mengapa Bendungan Diperlukan untuk Menghasilkan Listrik?

1. Untuk Menjaga Ketersediaan Air

Salah satu komponen penting pembangkit listrik tenaga air atau disingkat juga dengan PLTA yang utama yaitu bendungan. Komponen tersebut memiliki manfaat dalam menampung air dalam jumlah yang cukup besar. Hal tersebut dikarenakan turbin memang memerlukan pasokan air yang stabil dan cukup.

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum akhirnya bendungan tersebut bisa menghasilkan energi listrik yaitu dengan cara menjaga ketersediaan dari sumber air. Sumber air itulah yang nantinya akan dipakai sebagai tenaga penggerak. Bendungan memiliki kegunaan dalam menampung air dengan volume yang besar, supaya nantinya pasokan air dari turbin bisa tetap terjaga.

2. Menambah Tinggi Permukaan

Alasan berikutnya mengapa perlu adanya bendungan untuk menghasilkan listrik yaitu karena memang dalam proses menghasilkan listrik perlu menaikkan tinggi permukaan air. Dengan permukaan air yang semakin tinggi, hal tersebut tentu semakin membuat energi potensial air juga makin meningkat. Pada akhirnya hal itu juga akan memberikan dampak pada bertambahnya energi kinetik dari air itu sendiri. Sehingga dengan begitu energi listrik yang bisa diperoleh nantinya juga semakin besar.

3. Mempermudah dalam Kontrol Debit

Pembangunan dari bendungan juga memiliki kegunaan dalam memudahkan kontrol debit air yang nantinya hendak disalurkan pada bagian turbin. Sesaat setelah pintu bendungan terbuka, maka air yang begitu deras akan mengalir melewati terowongan air. Setelah itu air tersebut akan mulai memutar turbin. Ketika turbin memerlukan proses perawatan, maka pintu air dapat ditutup dan hal itu yang akan membuat aliran terhenti.

4. Pipa untuk Menyalurkan

Komponen berikutnya di dalam PLTA yang juga berperan dalam menghasilkan energi listrik yaitu pipa. Dengan adanya pipa nantinya air akan disalurkan dan diarahkan ke cerobong turbin. Pipa besar diletakkan pada bagian bak penenang minimal 10 cm. Sedangkan untuk bagian ujung lain dari pipa diarahkan pada cerobong turbin.

5. Turbin Mengubah Energi

Turbin disini memiliki manfaat untuk memutar serta mendorong baling-baling akan digantikan oleh air untuk memutar turbin. Langkah selanjutnya yaitu turbin akan mulai mengkonversi energi potensial dari permukaan air yang disebabkan oleh gaya jatuh air tersebut. Konversi energi potensial akan dijadikan energi kinetik. Tanpa adanya bagian ini tentu energi listrik susah untuk dihasilkan.

6. Generator Sebagai Pembangkit Arus Listrik

Generator adalah alat yang di sini dihubungkan pada bagian turbin. Nantinya generator melalui gigi-gigi putar, sehingga ketika baling-baling dari turbin berputar, maka secara otomatis generator pun juga akan ikut berputar.

Alat yang satu ini memanfaatkan perputaran dari turbin untuk dapat memutar magnet yang terdapat di dalam generator itu sendiri. Sehingga dengan begitu akan terjadi pergerakan elektron yang kemudian membangkitkan arus listrik.

7. Jalur Transmisi

Jalur transmisi sendiri memiliki kegunaan dalam mengalirkan arus listrik dari PLTA ke tempat-tempat industri dan juga rumah-rumah warga. Sebelum nantinya listrik dikonsumsi, maka tegangan terlebih dahulu akan diturunkan dengan menggunakan transformatir step down.

Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pendidikan atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar