Mengapa Tanggal 10 November Ditetapkan Sebagai Hari Pahlawan

Tentunya semua dari kita sudah tahu bahwasannya hari pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Di hari itulah Indonesia merayakan hari bersejarahnya.

Pasti beberapa dari kita merasa bingung mengenai kenapa tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan. Untuk menjawab hal itu, maka berikut ini adalah ulasannya.

Alasan 10 November Dijadikan Hari Pahlawan?

1. Ultimatum Inggris Agar Indonesia Menyerah

Setelah tewasnya Mallaby, kemudian pimpinan tentara Inggris untuk wilayah Jawa Timur dipegang oleh seorang mayor jenderal bernama Robert Mansergh. Robert Mansergh tersebut kemudian memberikan ultimatum yang mana menyerukan agar semua pemimpin serta masyarakat Indonesia yang memiliki senjata harus segera melapor.

Dan meletakkan senjata mereka di tempat yang telah mereka tentukan. Dengan kata lain disini Indonesia di minta untuk segera menyerah. Batas dari ultimatum yang dikeluarkan yaitu pada pukul 6 pagi tanggal 10 November tahun 1945. .

Ultimatum yang dikeluarkan oleh pihak Inggris tersebut oleh para pejuang dianggap sebagai penghinaan. Tentunya rakyat menolak keras ultimatum tersebut. Hal itu dikarenakan Republik Indonesia kala itu sudah berdiri serta telah memiliki pasukan negara yang disebut dengan tentara keamanan rakyat (TKR).

2. Merupakan Perang Terbesar Setelah Kemerdekaan

Peperangan antara tentara Inggris peserta dengan para sekutunya melawan tentara Indonesia akhirnya terjadi di Surabaya. Peperangan tersebut merupakan peperangan terbesar dan pertama sejak.

3. Menjadi Inspirasi Bagi Seluruh Daerah di Indonesia

Oleh karena kegigihan dari para pejuang Surabaya, hal tersebut akhirnya juga menggugah semangat dari daerah-daerah lain yang ada di penjuru tanah air Indonesia. Perlawanan sengit melawan Belanda pun juga makin gencar dilakukan.

Beberapa wilayah yang ikut serta dalam melakukan perlawanan melawan penjajah yang berniat kembali merebut kemerdekaan Indonesia terjadi di beberapa tempat. Seperti contohnya di Semarang,

Riau dan juga Jakarta pada tanggal 18 November di Ambarawa terjadi pada tanggal 21 November di Bandung dan Kota Medan yang terjadi pada tanggal 6 Desember.

4. Peperangan Terberat di Indonesia

Republik Indonesia diproklamirkan pada bulan Agustus. Selain juga disebut dengan peperangan besar, peperangan tersebut dipimpin langsung oleh para kyai serta salah seorang tokoh yaitu bung Tomo. Perang ini merupakan salah satu perang yang terberat karena memang perang Surabaya berlangsung selama kurang lebih 100 hari.

5. Mengorbankan banyak nyawa

Mengenai berapa jumlah korban yang telah gugur selama perang di Surabaya memang belum pasti. Namun beberapa pihak menyebutkan bahwasannya korban berkisar antara 6.000 jiwa hingga 16.000 jiwa di Republik Indonesia sedangkan untuk perkiraan di tentara musuh yaitu mencapai 600 hingga 2.000 jiwa korban meninggal.

6. Indonesia Menolak untuk Kembali Dijajah

Sejak pertama kali Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, sejak saat itulah banyak berdiri organisasi perjuangan masyarakat Indonesia yang telah dipersenjatai, termasuk di kalangan mahasiswa, pemuda serta pelajar yang menentang kembalinya Belanda untuk memerintah Indonesia.

7. Mengenang Jasa Pahlawan

Tanggal 10 November dijadikan sebagai hari pahlawan tentunya untuk mengenang jasa dari pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tentara Belanda dan juga sekutu.

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar