Mengapa Reptil Sering Disebut Hewan Melata

Hewan reptil sering disebut sebagai hewan melata karena memiliki ciri-ciri tertentu. Karakteristik yang umum diketahui adalah reptil menggunakan bantuan tubuhnya untuk merayap karena tidak memiliki kaki panjang.

Ciri ini tentu dimiliki oleh semua hewan reptil dan mudah dikenal oleh kebanyakan orang. Namun masih banyak lagi hal-hal yang menjadi alasan mengapa reptil sering disebut sebagai hewan melata.

Alasan Mengapa Reptil Sering Disebut Hewan Melata

1. Termasuk Binatang Berdarah Dingin

Reptil termasuk hewan berdarah dingin yang tidak memiliki kemampuan dalam mengatur suhu tubuhnya. Suhu yang ada pada reptil bergantung pada suhu lingkungan yang ditempati. Hewan ini juga tidak bisa terlalu lama di udara yang suhunya panas sehingga secara otomatis akan mendinginkan suhunya kembali. Hal itulah yang membuat reptil sering disebut hewan melata.

2. Mempunyai Tulang Belakang

Beberapa reptil diketahui memiliki tulang belakang atau yang biasa disebut hewan vertebrata. Tulang tersebut membentang di sepanjang tubuhnya dan tampak begitu tebal. Selain itu rata-rata reptil juga mempunyai kaki yang berjumlah empat.

Akan tetapi kaki tersebut terlihat sangat pendek sehingga reptil akan menggunakan bantuan tubuhnya untuk berjalan. Otot akan secara otomatis tergerak saat hewan reptil berpindah tempat. Karakteristik ini akan sering dijumpai pula pada hewan yang memiliki keturunan reptil termasuk buaya dan kura-kura.

3. Berjalan dengan Merayap

Seperti yang telah diketahui bahwa kaki yang ada pada hewan reptile tidak begitu panjang. Hal itulah yang membuat reptil harus merayap menggunakan bantuan perut. Ada reptil yang merayap di dinding tembok, namun ada pula yang merayap di beberapa perairan contohnya buaya. Sehingga ciri-ciri ini membuat reptil sering disebut sebagai hewan melata yang dapat dengan mudah diketahui karakteristiknya.

4. Kulit yang Bersisik

Kebanyakan hewan reptil memiliki kulit yang bersisik dan mengkilap. Sisik reptil ini berkembang dari epidermis yaitu lempeng keras yang terbuat dari protein keratin. Kulit yang bersisik juga berfungsi untuk perlindungan fisik dan kedap air.

Sisik tersebut memberikan perlindungan organ dalam reptil agar tetap bisa beradaptasi di suhu habitatnya. Sehingga saat berada di habitat lembab dan kering akan tetap bisa menyesuaikan. Hal inilah yang membuat reptil mudah dikenal dan dijuluki sebagai hewan melata.

5. Cara Pernafasan

Alasan lain mengapa reptil disebut sebagai hewan melata adalah sistem pernafasannya. Sebagian besar reptil bernafas menggunakan paru-paru dalam memanfaatkan kadar oksigen. Reptil juga menggunakan otot tubuh yang sama dalam bernafas dan bergerak. Namun ada pula reptil yang memiliki diafragma yang membantu otot tersebut. Kemampuan inilah yang menjadikan reptil sebagai hewan melata.

6. Pertahanan Diri Reptil

Hewan reptil mempunyai banyak cara untuk mempertahankan diri terhadap serangan musuh. Salah satunya adalah menyamarkan diri, mendesis, maupun menghindar. Pada sebagian reptil ada pula yang memiliki pertahanan unik yaitu melepaskan ekor. Beragam kemampuan ini yang membuat reptil mampu bertahan hidup terutama dalam kondisi genting. Jenis pertahanan diri ini hanya bisa ditemui pada hewan reptil atau hewan melata.

7. Cara Berkembang Biak

Karakteristik lain yang membuat hewan reptil sering disebut sebagai hewan melata adalah caranya dalam berkembang biak. Reptil berkembang biak dengan cara bertelur dan sebagian ada pula yang vivipar. Telur diketahui mengandung korion yang membantu dalam pertukaran gas, melindungi embrio, serta membantu regorulasi. Cara perkembangbiakan inilah yang membuat reptil tergolong menjadi hewan melata.

Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pendidikan atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar