Mengapa Penduduk Indonesia Sebarannya Tidak Merata

Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki pulau yang berjumlah 17,504 buah. Dengan jumlah pulau yang terbilang besar tersebut, tentunya bukan sesuatu yang mudah bagi pemerintah untuk mengatur penyebaran penduduk.

Selain itu, banyaknya pulau ini membuat persebaran penduduk susah merata sebab ruang gerak dan jangkauan penduduknya memang dibatasi oleh perairan. Terdapat banyak masalah yang muncul akibat kondisi penyebaran penduduk yang tidak merata ini.

Dampak yang Ditimbulkan Akibat Penyebaran Penduduk Tidak Merata

1. Jumlah Angka Pengangguran Meningkat Setiap Tahunnya

Adanya jumlah penduduk yang tidak merata ini dapat mempersempit peluang dalam mencari lapangan pekerjaan yang terdapat pada satu kawasan provinsi. Terlebih lagi di berbagai kota besar, seperti Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Biasanya, lulusan dari suatu universitas tertentu yang ada di Pulau Jawa pastinya akan mencari lapangan pekerjaan yang ada di Pulau Jawa juga.

2. Tingkat Kriminalitas Semakin Meningkat

Dengan adanya jumlah pengangguran yang semakin tinggi, maka akan terdapat banyak orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Hal semacam ini tentunya dapat menjadikan mereka kesusahan dalam menafkahi hidup. Dengan begitu, dapat mendorong seseorang untuk melakukan berbagai macam bentuk tindakan kejahatan yang bisa merugikan orang lain.

3. Tidak Ada Pemerataan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas

Masalah selanjutnya yang bisa timbul karena penyebaran penduduk tidak merata yaitu tidak adanya pemerataan SDM yang berkualitas. Jumlah penduduk di Indonesia tidak merata seperti saat ini membuat penyebaran penduduk yang mempunyai sumber daya manusia berkualitas tentu saja menjadi terhambat. Apalagi, hal ini dikarenakan oleh pengaruh dari jumlah tenaga pengajar berkualitas baik dan unggul yang belum merata di berbagai pulau di Indonesia.

4. Lambatnya Laju Pertumbuhan Ekonomi

Laju dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjadi lambat tersebut dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu sumber daya manusia yang belum merata di beberapa daerah yang terpencil. Kemajuan dari ekonomi ini pun menjadi ikut melambat pula sebab lambatnya berbagai pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan rumah sakit, universitas, perumahan, sekolah, dan lain sebagainya.

5. Eksploitasi Sumber Daya Alam

Persebaran dari jumlah penduduk yang tidak merata akan rawan sekali dengan adanya eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Tentunya hal ini dikarenakan fenomena padat penduduk yang memerlukan sandang, pangan, maupun papan yang semakin besar. Sehingga, akan menggunakan hutan-hutan guna dijadikan sebagai lahan pertanian maupun lahan pemukiman.

Selain itu, penebangan hutan secara liar yang bertujuan untuk komersil pribadi juga dapat mengganggu keseimbangan alam. Saat hutan telah mulai berkurang, maka akan menyebabkan banyak masalah lingkungan, seperti rentan terjadi bencana banjir karena daerah resapan air yang semakin berkurang.

6. Terjadinya Kesenjangan Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Berkurang jumlah  penduduk desa jika terjadi migrasi yang berarti bahwa daerah pedesaan kerap ditinggalkan kaum muda. Hal ini mengakibatkan hilangnya bagian yang penting dari budaya. Bahkan, akan terjadi tekanan di kawasan sekitar area dengan kepadatan penduduk tinggi. Kota memerlukan banyak ruang guna menampung jumlah penduduknya yang besar.

7. Kemacetan di Daerah Padat Penduduk

Salah satu penyebab tingkat kemacetan tinggi di beberapa kota besar yaitu karena adanya urbanisasi. Kemacetan terjadi akibat jumlah penduduk semakin tinggi diikuti dengan volume kendaraan tinggi, tetapi kapasitas jalanan kurang memadai. Perilaku seseorang yang lebih suka memakai kendaraan pribadi serta layanan transportasi publik yang kurang pun merupakan penyebab dari volume kendaraan menjadi tinggi.

Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pendidikan atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar