3 Alasan Mengapa Kita Harus Memiliki Sifat Jujur

Jujur artinya mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan di lapangan atau tidak melebih-lebihkan. Ada beberapa alasan mengapa kita harus memiliki sifat jujur dalam hidup ini. Namun, paling utama hal itu merupakan salah satu ciri orang yang dapat dipercaya.

Sayangnya, dewasa ini kita kerap menemukan nilai kejujuran sering kali diremehkan. Betapa mudah kita menyaksikan potret kebohongan di tengah masyarakat.

Sedihnya lagi, perkara tersebut tidak jarang dinilai sebagai sebuah kelaziman. Misalnya, praktik gratifikasi yang umum terjadi di sebuah instansi, baik milik negara maupun swasta.

Inilah Alasan Mengapa Kita Harus Memiliki Sifat Jujur

1. Cerminan orang yang dapat dipercaya

Di era digital seperti sekarang di mana kebohongan atau hoax begitu mudah tersebar di khalayak luas, nilai kejujuran serta-merta menjadi sesuatu yang mahal. Padahal, seharusnya sifat jujur dimiliki oleh seluruh manusia terlepas dari status keagamaan, suku, maupun golongan.

Menyikapi situasi demikian, tetap menjadi pemegang teguh nilai kejujuran akan membuat kita dihargai dan disegani. Pada akhirnya, orang lain akan percaya terhadap setiap perkataan kita. Bagaimanapun juga, menemukan individu terpercaya di antara maraknya kebohongan yang ada cukup sulit untuk dilakukan.

Maka dari itu, menjadi orang yang senantiasa jujur sebenarnya sama saja dengan membangun basis kepercayaan terhadap diri kita. Lebih lanjut, melalui kepercayaan tersebut, akan ada banyak sekali hal baik yang hadir dalam hidup, baik disadari maupun tidak.

2. Membantu perkembangan karir

Sebagaimana dikatakan sebelumnya, alasan mengapa kita harus memiliki sifat jujur karena kejujuran itu bernilai mahal dan dapat membangun basis kepercayaan orang lain. Pada situasi lebih lanjut, kepercayaan ini juga akan membantu dalam pengembangan karir, meski tentu saja, tidak selalu berlaku demikian.

Sebagai contoh, dalam jual beli, apabila seorang pedagang jujur terhadap apa yang didagangkannya, maka tinggal menunggu waktu saja hingga orang-orang menjadi pelanggan setia. Bagaimanapun juga, kejujuran memiliki nilai yang tepat di waktu yang tepat. Sayangnya, di kasus dan situasi lain, sifat jujur justru mungkin akan menyulitkan pemiliknya.

Namun pada prinsipnya, jujur itu mengatakan sesuai yang sesuai fakta di lapangan. Itu berarti, tidak semua hal perlu dikatakan, bukan? Dengan kata lain, sifat jujur perlu dibarengi kepekaan dan kepiawaian membaca situasi. Jangan sampai, sifat mulia satu ini berujung merugikan pemiliknya sendiri karena tidak ditempatkan pada momen yang tepat.

Berbicara tentang karir, kejujuran tentu menawarkan lebih banyak bonafit dibandingkan kerugian yang mungkin ada. Bayangkan saja, jika semua warga berlaku jujur, tidak menerima atau memberikan gratifikasi misalnya, bukankah akan sangat menyenangkan?

Setiap pekerja dapat berkarir bebas sesuai kemampuannya, pun demikian masyarakat umum tidak perlu dirugikan karena ketidakjujuran sebagian oknum. Secara umum, jika masyarakat yang jujur tercipta, pasti kita sendiri yang akan bersyukur.

3. Menjadi pribadi yang dicintai

Kejujuran selalu dinilai lebih mulia dibandingkan kebohongan yang menyenangkan hati. Meski pahit, tetapi mayoritas orang ingin mengetahui kenyataan di lapangan berkenaan dengan suatu hal. Tak heran, para pemilik sifat jujur kerap disebut sebagai pribadi yang layak dicintai.

Hal itu tepat, tentu saja. Namun, kuncinya dengan piawai menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi. Jujur tidak sama artinya dengan blak-blakan di mana kita bebas mengatakan apa pun keinginan diri sesuka hati. Jangan sampai, karena alasan jujur kita sadar atau tidak malah menyakiti sesama.

Jika benar demikian, hilanglah sudah alasan mengapa kita harus memiliki sifat jujur. Intinya, pintar memposisikan diri dan membaca keadaan sekitar itu sangat penting.


Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pengetahuan Umum atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar