Mengapa Jepang Tampak Begitu Mudah Memasuki Kepulauan Indonesia Secara Merata

Menurut sejarah, Indonesia pernah beberapa kali dijajah oleh negara lain. Sebut saja oleh Belanda yang mencapai 3 abad lamanya. Setelah kekuasaan Belanda rupanya Indonesia harus kembali dijajah oleh sesama negara Asia yakni Jepang.

Pada waktu itu Kekaisaran Jepang memang tengah berupaya untuk mendapatkan sumber daya alam dan manusia sebanyak-banyaknya agar mampu melawan tentara Amerika Serikat.

Alasan Mengapa Jepang Tampak Begitu Mudah Memasuki Kepulauan Indonesia Secara Merata

1. Belanda dikalahkan NAZI Jerman

Pada Mei 1940 terjadi penaklukan wilayah Belanda di Eropa oleh Nazi. Pertempuran itu pula yang membuat banyak tentara negeri kincir angin tersebut harus menarik diri ke negara asalnya untuk membantu perlawanan. Pada momen demikian dimanfaatkan Jepang untuk masuk ke wilayah Asia. Ekspedisi Jepang mulai gencar menjajah ke berbagai negara Asia seperti Indonesia. Pertahanan Hindia Belanda yang tengah lengah tentu tidak memberikan perlawanan berarti bagi negeri Sakura.

2. Sekutu harus membagi konsentrasi

Mudahnya penaklukan Hindia Belanda di tangan Jepang pada dasarnya akibat dari konsentrasi yang terpecah. Pada saat itu Sekutu tengah kelabakan dengan bombardir tentara NAZI yang membabi buta. Bahkan paham NAZI yang begitu kuat waktu itu sangat solid untuk dikalahkan. Perlu diketahui beberapa negara Sekutu sangatlah getol menjajah negara Asia. Sebut saja Perancis yang menjajah Vietnam, Kamboja dan Laos. Belanda di wilayah Indonesia. Belum lagi inggris yang menguasai wilayah Australia dan Malaysia.

3. Kejayaan Fasisme

Pada tahun 1930 bisa di bilang merupakan masa emas dari kejayaan fasisme. Sebab pada saat itu dominasi Nazi  Jerman dan Italia sangatlah kuat. Kekuatan militer yang dibangun bahkan begitu di segani. Demikian pula dengan Jepang yang berhasil menguasai beberapa negara lain dengan mudah. Paham Fasisme pada saat itu menekankan pada pembangunan militer yang solid, kuat, dan dengan teknologi canggih.

4. Jepang mempraktikan propaganda

Negara Jepang terkenal akan kecerdasan sumber daya manusianya. Hal itu terbukti dengan ide cemerlang yang dibuat untuk menaklukan hati pribumi Indonesia saat itu. Negeri Samurai tersebut tentu berpikir bahwa mengusir Belanda belumlah cukup. Perlu juga untuk membuat rakyat pribumi percaya dengan kekuasaannya. Nah fakta tersebut membuat terciptanya propaganda dari Jepang.

Isi propaganda tersebut terbilang legendaris yang mana berusaha meyakinkan warga pribumi percaya kepada kekuasaan Jepang. Propaganda tersebut berisi gerakan 3 A. Isi gerakan tersebut yakni Jepang yang mengklaim sebagai pelindung Asi, Jepang cahaya Asia, dan Jepang pemimpin Asia.

5. Jepang menghapus kebijakan Era Belanda

Untuk semakin meyakinkan warga pribumi, Jepang menghapus beberapa kebijakan era Belanda yang dianggap merugikan. Misalnya dengan memperbolehkan berkumandangnya lagu Kebangsaan Indonesia serta berkibarnya bendera merah putih. Beberapa rasisme warna kulit pun dibekukan pada waktu itu. Ada banyak warga Eropa pula yang di penjarakan oleh Jepang.

6. Memiliki kekuatan militer yang kuat

Kekuatan militer Jepang sangat kuat pada saat itu. Apalagi negara Samurai ini menganut paham fasisme yang mana meraih kejayaan pada tahun 1930. Kekuatan militer yang solid membuat Jepang dengan mudah datang ke Indonesia. Apalagi kondisi Belanda sebagai penjajah sebelumnya sedang kocar-kacir setelah mengalami serangan dari sekutu.

7. Jepang ahli menyusun strategi

Jepang terkenal dengan sumber daya manusianya yang cerdas. Demikian pula dengan strategi yang dijalankan dalam berperang. Negara Sakura ini tahu kapan waktu yang tepat untuk masuk wilayah Indonesia. Ketika Belanda tengah terdesak, Jepang mulai bergerak dalam pengambilalihan kekuasaan.

Pada awalnya kebijakan Jepang terlihat manis. Namun dalam prakteknya tidak seperti demikian. Sebab negeri Samurai terkenal juga akan sadisnya terhadap warga pribumi. Bahkan rakyat semakin sengsara dengan kebijakan yang diberikan oleh tentara Jepang.

Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pendidikan atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar