Mengapa Indonesia Memiliki Potensi Perikanan yang Bagus

Sebagai negara maritim, sudah pasti Indonesia memiliki potensi perikanan yang cukup menjanjikan. Sayangnya, dengan luas wilayah lautan mencapai 5,8 juta km2, industri di sektor ini masih belum mendapat perhatian optimal.

Padahal, jika dikelola dengan serius dan penuh inovasi, maka bukan hal sulit untuk menjadikannya sumber pendapatan tambahan negara, di luar pajak. Bagaimanapun juga, kekayaan bawah laut milik Indonesia memang tidak bisa disepelekan.

Alasan Mengapa Indonesia Memiliki Potensi Perikanan yang Bagus

1. Status sebagai negara kepulauan

Fakta bahwa Indonesia adalah negara kepulauan di Indonesia sejatinya bukan hanya sekadar isapan jempol belaka. Status tersebut secara tidak langsung menggambarkan betapa kekayaan lautan di negara ini bisa menjadi sumber pendapatan utama jika dikelola secara maksimal.

Dari Sabang sampai Merauke, adalah suatu hal lumrah mendapati kawasan perairan dengan habitat ikan yang melimpah. Bahkan, bisa dikatakan bahwasanya potensi perikanan milik Indonesia merupakan salah satu dari yang terbesar di seluruh dunia.

2. Produksi lewat penangkapan

Dengan kondisi lautan yang lebih luas dibandingkan daratan, proses produksi ikan di negara ini agaknya masih sering mengandalkan metode penangkapan. Cara ini memang cukup efektif, setidaknya sampai tahun 2017 silam, diperkirakan hasil tangkapan laut mencapai 9,3 juta ton per tahun.

Itu belum memperhitungkan habitat ikan di daratan, seperti waduk, danau, rawa, serta sungai. Kabarnya per tahun bisa mencapai angka 0,9 juta ton.

3. Adanya produksi lewat pembudidayaan

Selain produksi ikan dilakukan dengan menangkapnya langsung di kawasan perairan, ada pula metode budidaya. Mulai dari budidaya air tawar, payau, hingga lautan, semuanya mampu memberikan hasil sebesar 56,8 juta ton per tahun 2017 lalu.

Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan dan kenyataannya belum dikelola secara maksimal. Dengan kata lain, jika usaha produksi dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka hasilnya tentu akan jauh lebih banyak lagi.

4. Potensi wisata

Sampai saat ini, ada banyak wisatawan yang menjadikan kunjungan bahari sebagai destinasi favorit mereka. Di daerah-daerah dekat laut kerap kali ditemukan usaha membangun ekonomi setempat dengan menyediakan santapan ikan tangkapan.

Kuliner laut, termasuk ikan di dalamnya, masih memperoleh atensi yang cukup besar di kalangan para pelancong, baik lokal maupun internasional. Jika hal ini digabungkan bersama keindahan alam di sekitar pantai, maka dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan masyarakat pesisir.

5. Kebutuhan akan konsumsi ikan

Masyarakat juga membutuhkan asupan protein yang cukup, salah satunya sumber gizinya melalui ikan. Dengan kata lain, masyarakat sendiri merupakan komoditas dagang bagi kekayaan alam Indonesia. Ibaratnya, apa yang datang dari negara pada akhirnya kembali kepada masyarakat juga.

Apalagi, olahan ikan begitu beragam, kerap kali berbeda-beda sesuai daerahnya. Oleh karena itu, memang masyarakat termasuk ke dalam golongan pemicu besarnya potensi perikanan negara.

6. Teknologi terus mengalami kemajuan

Teknologi perairan terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, di mana hal ini pada imbasnya bisa menjadi pendorong peningkatan potensi perikanan. Pasalnya, semakin bagus kondisi teknologi yang digunakan, maka inovasi positif dapat terus dikembangkan.

Jika dahulu masyarakat menangkap ikan menggunakan peralatan sederhana, seperti kail dan jala, maka sekarang dan ke depannya akan semakin berorientasi pemanfaatan teknologi terbaru.

7. Profesi nelayan masih diminati

Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di pesisir laut, profesi nelayan masih menjadi andalan. Selain untuk mencari nafkah sehari-hari, kondisi ini sebenarnya dapat dinilai sebagai potensi angkatan kerja di industri perikanan.

Tentu, hasilnya akan jauh lebih optimal jika pemerintah turun tangan dalam meningkatkan daya kerja masyarakat. Misalnya, dengan mengirimkan pelatihan khusus atau menyediakan subsidi peralatan modern bagi nelayan kecil.


Temukan lebih banyak konten terkait dengan Pendidikan atau konten menarik lain di PPPA

facebook
Twitter
Follow

Tinggalkan komentar