Arsip Berita | April 2017
Jembatan Kehidupan

  19 April 2017    641

Program "Jembatan Kehidupan" digagas PPPA Daarul Qur'an setelah melihat jelasnya sejumlah ketimpangan yang terjadi antara kota dan desa khususnya dalam segi pembangunan. Padahal, masa depan Indonesia ada di kampung-kampung.

PPPA Daarul Qur'an melalui "Jembatan Kehidupan" berupaya hadir membangun desa tertinggal yang sama sekali belum tersentuh bantuan. Jembatan Ciseurueheun, Pandeglang, Banten merupakan jembatan pertama yang dibangun PPPA. Jembatan ini dinamai warga "Jembatan Ar Rohman".

"Posisi PPPA Daarul Qur'an sebagai lembaga kemanusiaan adalah memantik agar sebuah desa tumbuh maju dan mandiri. Maka salah satu pendekatannya melalui pembangunan infrastruktur," ujar General Manajer Program PPPA Daarul Qur'an, Jahidin.

Sebelum "Jembatan Ar Rohman" berdiri kokoh di Ciseurueheun, akses pendidikan, ekonomi dan kesehatan terhambat. Apa lagi saat musim hujan, jembatan sudah pasti hanyut terbawa derasnya arus sungai Ciseurueheun.‎ Padahal, enam bulan sekali jembatan bambu dibangun. Meskipun tidak terlalu jauh dari pusat ibu kota, bantuan pemerintah tak kunjung datang. 

Anak-anak sekolah, petani, pekerja yang nekat menyebrang harus ekstra hati-hati melalui bebatuan sungai. Alhamdulillah, kondisi ini berubah setelah program "Jembatan Kehidupan" hadir. Akhir 2015, pembangunan jembatan digeber.

Ratusan warga dari empat desa terlibat membangun jembatan. Mereka bergotong royong, masing-masing mengambil peran. Pekerjaan betonisasi jembatan tidak mengenal usia dan profesi, baik remaja, orang tua, santri dan petani, semua ingin ikut terlibat dalam sejarah membangun "Jembatan Ar Rohman".

"Pendekatan kami, bukan pendekatan datang, ngasih terus pergi. Enggak gitu. Tapi, kami mengajak warga untuk bersama-sama membangun desa. Jadi semua warga terlibat mulai dari pengerjaan konstruksi sampai selesai. Sehingga mereka merasa memiliki jembatan itu dan menjaganya," tutur Jahidin.

Satu tahun sudah jembatan yang merupakan "urat nadi Ciseurueheun" itu berdiri kokoh. Kini, warga di empat desa merdeka dari ketimpangan akses kehidupan. Perlahan, ekonomi desa ini meningkat.

Anak-anak sekolah tersenyum simpul sambil terkikih pergi ke sekolah. Petani tidak perlu lagi takut hanyut membawa hasil panen. Begitulah nama "Jembatan Ar Rohman" tebentuk sebagai rasa syukur warga atas jembatan kehidupan yang diberikan "Sang Maha Pengasih".

Masih banyak desa-desa di pinggiran kota maupun pelosok Indonesia seperti Ciseurueheun yang membutuhkan "Jembatan Kehidupan". Ke depan PPPA Daarul Qur'an berencana membangun "Jembatan Kehidupan" di daerah-daerah lain yang sama sekali belum tersentuh bantuan.



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..