Arsip Berita | April 2017
Doa Milad 10 Tahun

  04 April 2017    416

Beberapa pemuda berkaos hitam sibuk lalu-lalang mengangkut meja, kursi, baliho dan perangkat komputer. Beberapa umbu-umbul merah bertuliskan PPPA Daarul Qur’an sudah terpasang di sepanjang pagar komplek Balaikota Yogyakarta, Rabu (29/3). Beberapa muslimah berkerudung merah marun sibuk menata taplak meja yang sepertinya akan digunakan untuk menerima tamu.

Hari makin siang, matahari sudah mulai panas. Sinarnya memantul dari balik pintu-pintu kaca Masjid Pangeran Diponegoro, komplek Balaikota Yogyakarta. Beberapa anak laki-laki dan perempuan mulai berdatangan diantar ayah ibunya. Ada juga yang diantar guru dan assatidz mereka.

Baju koko dan kopyah menjadi pemandangan memantik semangat. Juga lambaian jilbab-jilbab panjang dari anak-anak mungil usia SD dan SMP. Tanpa ragu mereka melangkah memasuki serambi masjid dan mulai duduk di setiap sisi masjid. Qur’an dibuka, bibir-bibir mungil mereka spontan melagu, melantunkan ayat-ayat suci.

Anak-anak semakin banyak yang hadir. Para orang tua penuh senyum menyimak hafalan Alqur’an putra-putrinya. Kerah baju dirapikan. Kopyah diluruskan. Jilbab dikaitkan. Semua berusaha untuk tampil cantik, tampan dan rapi hari itu. Senyum-senyum mungil mengumbar semangat.

Dari sekian banyak anak-anak yang bersemangat, empat orang anak sedang duduk-duduk persis di depan pintu masuk masjid. Matanya sayu, wajahnya dipenuhi jejak penat dan lelah. Salah seorangnya bahkan tak kuasa menahan kantuknya, ia tersungkur tidur di atas lantai masjid yang dingin.

“Kita berangkat semalem jam 9, baru nyampe di Prambanan tadi pas subuh,” tutur Arif (11), siswa kelas 5 di salah satu SD di Tulungagung, Jawa Timur.

Setelah menempuh hampir delapan jam perjalanan darat dari Tulungagung sampai di Yogyakarta. Arif tak sendirian. Ia datang bersama 12 orang teman lainnya. Semua masih seusianya, laki-laki dan perempuan. Mereka sengaja datang ke Yogyakarta untuk mengikuti Lomba Tahfizh Juz 30 dan 4 surat pilihan yang diselenggarakan PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta dalam rangka merayakan Milad 1 Dekade.

Perjuangan menjadi penghafal Alqur’an tak hanya dialami oleh santri dari Tulungagung. Berbagai daerah dari sekitar DIY, seperti Magelang, Solo, Kebumen dan Muntilan pun turut hadir meramaikan peserta lomba yang diikuti 204 peserta laki-laki dan perempuan. Satu per satu akhirnya para peserta dipanggil untuk mengujikan hafalan mereka di depan para penguji. Kalimat-kalimat suci itu dilantunkan dengan merdu. Wajah mereka nampak puas karena telah memberikan yang terbaik yang mereka mampu.

Meski pada akhirnya gelar juara tak jadi disandang anak-anak Tulungagung hari itu, sungguh kebahagiaan berpartisipasi dalam lomba adalah pengalaman yang luar biasa. Mereka pun bersiap untuk bertolak kembali ke Tulungagung dengan segudang cerita dari Yogyakarta. Yakni, tentang menghafal Alqur’an dan banyaknya anak-anak yang sama ingin menghafal Alqur’an.

Setelah lomba dilaksanakan selama hampir 4 jam lamanya, terpilihlah tiga orang pemenang yaitu, Juara 1 Shofiah S. Al Abad, Juara 2 Unnaisa Sabrina, dan Juara 3 Putri Adilah Handayani. Acara ditutup dengan Tabligh Akbar oleh Ustadz Okrisal Eka Putra. Beliau berharap kelak sepuluh tahun lagi para penghafal Qur’an akan bertebaran di bumi Indonesia di segala bidang kehidupan.

Menurutnya, bukan mustahil jika Indonesia akan menjadi negeri dengan julukan “Jannatullah fil ardhi” atau surganya Allah di atas bumi. Tentu saja ada beberapa hal yang harus ditempuh seluruh masyarakat Indonesia yakni menerapkan hidup Islami, mencintai para Ulama, menerapkan hukum Islam dan memuliakan ibu juga kaum hawa.

Peringatan Milad PPPA Daarul Qur’an kali ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan do’a bersama yang dipimpin Ustadz Asnal Ma’arif. Menjelang Maghrib yang lalu disambut merdu suara Adzan, seluruh jamaah bermunajat agar diberi kemudahan dan keberkahan bersama Alqur’an. Semoga para malaikat mengaminkan setiap doa yang terpanjat, doa kami tentang membangun Indonesia dengan Qur’an. Aamiin.

Oleh: Tim Program PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..