Arsip Berita | Maret 2017
Umrah Sang Hafizah Tunanetra

  24 Maret 2017    860

Bibir Ayu Fajar Lestari (16) terbata saat menceritakan perjalanan umrahnya di Tanah Suci, Mekah, Arab Saudi sejak 13 Maret lalu. Sesekali air matanya menetes. Ia tak menyangka jadi makmum Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz As Sudais saat pertama kali salat di Masjidil Haram.

Syekh Abdurrahman adalah imam besar Masjidil Haram yang murottalnya pertama kali didengar Ayu. “Dulu nenek yang beri saya kaset murottal. Itu pertama kali saya kenal sama imam besar dari Timur Tengah. Alhamdulillah pertama kali saya salat di Masjidil Haram, saya bisa langsung mengikuti salat di belakang beliau,” ujar Ayu mensyukuri nikmat Allah tersebut.

Ayu begitu khidmat mengikuti kegiatan umrah mulai dari Tawaf hingga Sa’i. Ia mengaku hatinya tentram saat bisa menyentuh sudut Rukun Yamani, menggengam Kiswah Kakbah, meraba dinding Hijir Ismail dan memegang Makom Ibrahim. Ayu juga menggenggam satu per satu batu-batuan di Jabal Rahmah. Meskipun berdesak-desakan, ia tetap bersemangat.

“Subhanallah perasaan saya takjub. Ini semua ciptaan Allah jadi saya bisa merasakan keagungan Allah. Meskipun saya tidak bisa melihat, tapi hati saya tetap tentram seperti ada kebahagiaan tersendiri karena bisa menikmati ciptaan Allah yang sangat mulia itu,” tutur Ayu.

Ayu sempat diuji hafalannya oleh Direktur Museum Qur’an Madinah Hamza Musa Abdullah saat sampai di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Subhanallah, ia dapat menjawab ayat demi ayat dari Hamza. Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Anwar Sani juga ikut menyaksikan suara merdu Ayu melantunkan ayat-ayat suci Alqur’an.

Ayu adalah gadis belia penghafal Qur’an yang diberangkatkan umrah oleh PPPA Daarul Qur’an. Meskipun fisiknya tak sempurna, Ayu mampu menghafal 30 juz. Ia berangkat umrah bersama nenek dan dua pendamping juga para hafizh Qur’an lainnya.

Ayu bersama rombongan juga sempat mendengarkan tausiyah Ustad Yusuf Mansur. Ustad YM sapaan akrabnya, mengingatkan agar para jemaah selalu mengingat Allah kapanpun dan dimanapun. “Setiap kita tidak boleh lupa sama Allah, bahkan sekecil apapun. Karena Allah menjadi tujuan. Masih banyak orang dalam berharap lebih mendahulukan manusia, ini yang terjadi,” tuturnya.

Menurutnya, Allah memberikan kesempatan pada siapapun yang menyempatkan diri beribadah kepada Allah. Ustad YM juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Ayu yang istiqomah menghafal Alqur’an meski dalam keterbatasan.

“Coba perhatikan itu Ayu, karena berkhidmat pada Alqur'an dengan menghafal, dia mampu memberangkatkan neneknya dan pendampingnya ke Tanah Suci. Ayu masih sekolah, Ayu tidak bisa melihat tapi Allah memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa memberikan hadiah umroh untuk tiga orang sekaligus. Allahu Akbar!” ucapnya.

Program “Sedekah Umrah” bagi para penghafal Alqur'an ini tak lepas dari dukungan para donatur PPPA Daarul Qur'an, amanah sedekah menjadikan program ini nyata. Semoga setiap langkah mereka menjalankan ibadah umrah menjadi pahala kebaikan yang terus mengalir untuk para donatur. InsyaAllah, PPPA akan memberangkatkan 100 penghafal dan pegiat Qur'an di tahun 2017 ini.



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..