Arsip Berita | Maret 2017
Debt Collector, Mustahik, dan Drop Out!

  22 Maret 2017    608

Seorang pemuda berputar-putar mengitari lokasi bencana longsor di Purworejo pada Ramadhan 2016 lalu. 2 hari sudah, terik tengah hari dan kering tenggorokan karena puasa, pemuda itu belum juga menemukan lokasi longsor yang butuh pertolongan. Beberapa wartawan juga sedang melakukan liputan di sana, 2 lokasi longsor di kaki bukit telah terjamah stasiun televisi.

Pemuda itu tak patah arang. Motor Mobile Qur’an (MOQU) terus ditarik gasnya, berkeliling di Kelurahan Sidomulyo, Purworejo. Berharap lokasi tersentuh itu segera ditemukan. Sholawat menuntunnya pada sebuah kampung terdampak longsor di atas bukit yakni Kampung Rukem, Purworejo, Yogjakarta.

Pemuda itu mengangguk mahfum melihat sekeliling. “Wajar saja”, pikirnya. Lokasi ini sangat sulit aksesnya. Harus menanjak sepanjang 2 KM dan seluruh jalan tertutupi oleh longsoran tanah dan pepohonan tumbang. Sebuah reportase yang menyulitkan bila dilanjutkan.

Warga masih tetap menatap aneh pada pemuda itu. Wajahnya penuh jerawat juga jenggot panjang. Matanya sedikit sayu, tampak betul sirat kelelahan. Namun bibirnya menyungging senyum takzim diiringi anggukan kepala penuh hormat, khas orang Jawa pedalaman.

“ Jenengan (Anda) mau ngapain, mas?”, curiga seorang warga yang melihat logo bank nasional di motor yang ia bawa, mengira seorang Debt Collector di tengah bencana.

“Keliling untuk survey”, jawabnya sambil tersenyum. Masih tak percaya, warga meragukan niatnya yang datang untuk membantu warga Rukem bangkit dari longsor.

Warga menatapnya aneh. Pemuda itu hanya bermodal kamera DSLR lalu menjepret sana-sini. Hal yang tak wajar dilakukan di tempat terdampak bencana. Bagaimana mungkin seorang pemberi bantuan tak membawa mobil berisi berkardus mie instan dan biskuit seperti 2 lokasi lain di kaki bukit?

Setelah beberapa bagian dijepretnya, pertanyaan sepele saja yang ia tanyakan kepada warga, tentang saluran air, musholla, dan jumlah warga Kampung Rukem.

Tiga bulan kemudian, sejak kedatangan pertamanya, Kampung Rukem akhirnya diresmikan PPPA Daarul Qur’an sebagai Kampung Qur’an. Jauh dari dugaan, saluran air telah dibangun, musholla menjadi megah, juga setiap warga akhirnya bisa mengakses air bersih yang sehat, dan mengaji dengan nyaman di musholla.

Ini adalah kesuksesan terbesar pemuda itu sejak bergabung menjadi Relawan Program PPPA Daarul Qur’an tahun 2013 silam. Usianya belum sampai 21 tahun, ia mendalami Ilmu Kehutanan di Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2011, ini sudah empat tahun mengabdikan dirinya di PPPA Daarul Qur’an Cabang Yogyakarta. Ia bertemu berbagai hal tentang kemanusiaan: bencana, kematian, kemiskinan, kesakitan. Ya, kisah-kisah tentang kehidupan mustahik yang harus segera diselesaikan.

Kecintaannya pada dunia kerelawanan membuatnya tak bisa meninggalkan setiap panggilan dakwah. Tubuhnya kian bertambah besar sebab terbiasa mengangkat gelondongan paralon dan kayu-kayu untuk pembangunan lokasi bencana.  Tangannya sudah terbiasa mengemudi mobil Mobile Qur’an (MOQU) menuju tempat jauh untuk mendawamkan Al-Qur’an pada anak-anak di pelosok daerah antara Magetan sampai Cilacap.

Kakinya sudah terbiasa melangkah menuju kampung-kampung kumuh untuk membersihkan got-got mampet bau bersama para relawan KASIH (Kampung Bersih). Matanya biasa terjaga di tengah malam memikirkan langkah strategis untuk bisa membantu mustahik di esok hari.

Sampai satu hari, beberapa bulan lalu, sebuah Surat Peringatan (SP) dari kampusnya datang. Pemuda itu harus segera lulus atau kemungkinan akan Drop Out (DO). Di tengah habis fikirnya untuk masalah kemanusiaan, ia masih harus menyelesaikan tugas akhirnya.

Dalam terjaganya, terngiang salah satu sabda Baginda Rasulullah SAW., dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim).

Kisah-kisah mereka belum pernah terucap, namun terus memberi warna di tengah permasalahan kemanusiaan. Semoga setiap langkahnya, setiap cucur keringatnya memudahkan urusan umat, menjadi berkah dalam hidupnya, menjadi berkah bagi sesama. Aamiin, Insyaallah

Photo lainnya dalam Berita ini ..




Berita terakhir lainnya pada periode ini ..