Arsip Berita | Juli 2014
Bom Meliburkan Graha Tahfidz Quran Gaza

  09 Juli 2014    12,374

‘’Innalillahi wainna ilaihi roji’uun, serangan bom Israel membuat Graha Tahfidz Daarul Qur’an Gaza untuk sementara diliburkan,’’ lapor Abdillah Onim melalui surat elektroniknya, Rabu (9/7).

Koordinator Graha Tahfidz Daarul Qur’an Gaza itu menuturkan, pada Selasa, 8 Juli 2014, pukul empat sore waktu Gaza, sebuah jet tempur F16 Israel terbang rendah di atas apartemen Keluarga Abdillah Onim yang bersebelahan dengan Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza bagian Utara. Tiba-tiba jet itu menembakkan sebuah roket seberat 1 ton. Roket yang mampu mengejar sasaran sejauh 1 km itu panjangnya lebih 2 meter.


Roket Israel jatuh hanya 20 meter dari kediaman Abdillah Onim. Akibatnya, tembok apartemen hancur, demikian juga genteng dan kaca-kaca pecah berantakan. Titik jatuhnya roket menimbulkan kubangan sedalam 50 meter dengan diameter sekitar 15 meter.

‘’Saat serangan roket, saya bersama anak dan istri sedang berada di dalam rumah. Alhamdulillah kami selamat dan tidak terluka sedikitpun, akan tetapi tetangga kami Muhammad Jomah mengalami luka-luka akibat terkena serpihan roket,’’ tutur Abdillah.

Padahal, lanjut Abdillah, sebelumnya dari sekitar Graha Daqu tidak ada pejuang Palestina yang melontarkan roket ke Israel.

Serangan roket tak urung juga merusak sebagian Graha Tahfidz Daqu yang baru saja selesai dibangun. Tembok halaman hancur, sebagian atap rusak berat, kaca-kaca pun pecah berantakan. Akses jalan ke Graha Tahfidz Daqu pun hancur.

Apa boleh buat, para santri yang baru sehari memulai aktivitas di Graha Tahfidz Daqu, terpaksa diliburkan. ‘’Situasi masih belum kondusif untuk belajar. Pesawat Israel masih sering mondar-mandir di atas kami,’’ ungkap Abdillah.

Bahkan seorang wali santri yang bernama Abu Jabal Basliqy, tewas terkena roket ketika tengah menumpang mobil di Gaza City. Warga Gaza yang dulu mengecat Graha Tahfidz Daqu itu masih ada hubungan family dengan Abdillah Onim.

Akibat semakin brutalnya serangan Israel, Kementrian Kesehatan di Gaza, Palestina, sejak Selasa (8/7) menetapkan status Gawat Darurat Gaza. Pada hari yang sama, Israel menjatuhkan sekitar 300 roket di berbagai wilayah Gaza. Sedangkan pejuang Gaza secara sporadis membalas dengan lontaran sekitar 100 roket yang mencapai daerah Israel Ashdood, Askelon, dan Askol serta Naqab.

Hingga detik ini, tercatat sudah 20 warga Gaza tewas, lebih 100 orang luka-luka. Sekitar 10 rumah warag hancur, dan 7 masjid rata dengan tanah.

Israel sesumbar akan membumihanguskan Gaza, dan akan meratakannya dengan serangan darat menggunakan tank.

Hal tersebut ditanggapi Brigade El Qossam, sayap militer Hamas, bahwa warga Palestina siap untuk meladeni perang terbuka.

Pendiri PPPA Daarul Qur’an, Ustadz Yusuf Mansur, menyeru masyarakat Indonesia untuk mengerahkan infak dan sedekah guna membantu meringankan penderitaan warga Gaza.
Sedekah silakan melalui Rekening BCA nomor 6030308059 atas nama Yayasan Daarul Qur’an Nusantara.



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..