Berita Cabang | Semarang

Tarhib Ramadan di Semarang

  28 Mei 2017  

Serangkaian kegiatan digelar PPPA Daarul Qur'an Semarang untuk menyemarakkan dan menebarkan semangat menyambut Ramadan 1438 H. Ibarat sosok tamu agung dan mulia, sudah sepantasnya kehadiran bulan yang suci nan mulia ini selalu dielu-elukan dan dirindukan perjumpaannya.

Bersama warga Gedung Batu Utara Kelurahan Ngemplak Simongan, PPPA Daarul Qur'an Semarang mengadakan Pawai Tarhib Ramadan, Rabu, 24 Mei. Acara ini diikuti para staf dan relawan PPPA, warga sekitar dan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibnas). Iring-iringan pawai ini semakin meriah dengan kehadiran marchingband anak-anak SD Muhammadiyah.

Kegiatan Tarhib Ramadan ini dibuka dengan tilawah dan tausiyah Ustad Aziz. Pada kesempatan tersebut ia menghimbau agar momentum Ramadan seharusnya menjadi ajang untuk memperbaiki diri meningkatkan iman dan takwa, juga jalan untuk mentautkan hati dengan masjid dan memakmurkannya dengan cara menghidupkan shalat berjamaah, mengadakan majelis ilmu serta meramaikannya dengan membaca dan mengkaji Alqur'an.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pawai Tarhib Ramadan dengan rute start dan finish di Masjid At Taubah. Rombongan pawai pun menyusuri Jalan Gedung Batu Utara I sampai ke Jalan Gedung Batu Utara V dan melewati kantor PPPA Daarul Qur'an Semarang. Sembari berjalan rombongan juga melakukan orasi tarhib untuk memotivasi masyarakat agar bersemangat menyambut dan memasuki bulan yang suci, berkah dan mulia. Warga Gedung Batu tampak antusias mengikuti dan menyaksikan kegiatan ini.

"Dengan diadakannya Tarhib Ramadan ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahim antar keluarga besar PPPA dengan warga sekitar. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program-program Ramadhan yang digelar PPPA Daarul Qur'an, sehingga nantinya semakin banyak yang ikut mensupport dan mensukseskan program - program tersebut,"ujar Dwi Frihanto, Kepala Cabang PPPA Daarul Qur'an Semarang.

Pada Ramadhan tahun ini, PPPA Daarul Qur'an Semarang telah menyiapkan berbagai program dan event unggulan diantaranya Kajian Muslimah Daqu pada 28 Mei dengan tema "Jangan Kau Gadaikan Aqidahmu" dengan menghadirkan narasumber dari aktivis mualaf Semarang dan aktivis misionaris Islam. Pada tanggal 3–4 Juni mendatang, akan digelar Riyadhoh Umroh bersama KH. Ahmad Kosasih.

Selanjutnya Khataman Alqur'an bersama santri Rumah Tahfizh dan warga Semarang dimalam Nuzulul Qur'an pada(11 Juni 2017 / 17 Ramadan 1438H) yang dirangkum dalam event "Malam Seribu Penghafal Quran (MSPQ)". Dan menjelang akhir Ramadan akan digelar Ngabuburit serta sahur on the road dengan tema "Stand Up Ramadan" yang akan dimeriahkan oleh penampilan nasyid, dogeng anak islami dan tausiyah yang berlokasi di pelataran Banjir Kanal Barat pada 17 Juni.

Tak hanya itu, bulan Ramadan tentunya identik dengan bulan penuh berbagi. Berbagai program berbagi kebahagian dirangkum sebagai wujud kepedulian, diantaranya program Berbagi Parcel Nusantara (BPN)  yang diberikan kepada para guru, da’i, ustad atauustazah serta assatizh di seluruh Nusantara sebagai bentuk terimakasih terhadap semangat pengabdian mereka mengajarkan Alqur’an dan dakwah Islam.

Senyum Mustahik hadir memfasilitasi mereka yang berpunya untuk menghadirkan senyum kebahagian bagi para kaum dhuafa dan masyarakat marginal dengan bingkisan yang terdiri dari paket sembako dan perlengkapan ibadah. Selanjutnya melalui program Berbagi Takjil Nusantara, PPPA Daarul Qur’an siap mendistribusikan paket makanan lengkap untuk takjil dan buka puasa bagi para santri penghafal Alqur’an, kaum dhuafa dan masyarakat secara umum. Sedekah Qur’an Hafalan dan Sedekah Umroh untuk para santri penghafal Qur’an pun tetap menjadi program sedekah yang ditawarkan bagi para donatur.

“Dengan program-program ramadhan yang dikemas PPPA Daarul Qur’an Semarang, diharapkan dapat meningkatkan kepekaan sosial dan mengajak masyarakat untuk mengayomi kaum yang lemah. Sebagimana esensinya ibadah puasa sebagai media latihan (tarbiyah) untuk mengasah sensitifitas kita terhadap perasaan orang yang kurang beruntung yang ada disekitar lingkungan kita sehingga dapat menimbulkan rasa empati,” tutur Dwi Frihanto.

Berita lainnya ..