Berita Cabang | Bandung

Denyut Dakwah Tukang Cahkwe

  04 Mei 2017  

 Langkah pria paruh baya berusia 37 tahun itu tak kenal lelah. Berjalan menyusuri gang dan perumahan setiap hari dilakoni Abbas guna menyambung hidup dan menafkahi keluarganya. Jika dibutuhkan, ia menyambi jadi buruh bangunan dengan mengecat dan membetulkan genteng rumah orang lain demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan pendidikan anaknya agar bisa terus sekolah.

Berdagang cahkwe sekaligus jadi buruh bangunan tak menyurutkan keinginan Abbas bergabung dalam gerakan dakwah PPPA Daarul Qur’an. Ia terpanggil menjadi relawan Kampung Bersih (KASIH). Abbas begitu antusias membantu PPPA Daarul Qur’an Bandung menyiarkan Daqu Method ke masyarakat khususnya di masjid-masjid, musholla-musholla dan kampung-kampung yang ada di sekitaran Kota Kembang. Ia juga ingin mengajak masyarakat mencintai lingkungan.

“Saya termotivasi dengan anak saya yang saat ini mengaji di salah satu rumah tahfizh binaan PPPA Daarul Qur’an Bandung. Karena itu saya juga ingin ikut berdakwah untuk Qur’an,” tutur Abbas.

Aksi tim KASIH PPPA Daarul Qur’an Bandung kali ini menyisir masjid-masjid di Tasikmalaya, Jawa Barat. Abbas bersama timnya telah menyusuri dua tempat berbeda selama dua pekan pada April lalu. Masjid Jami Al Hidayah di Kecamatan Tawang Kota dan Masjid Alhambaliyah di Cihideung, jadi dua tempat yang disambangi. “Denyut Dakwah” Abbas bersama tim KASIH pun langsung didampingi Koordinator Rumah Tahfizh Priangan Timur Ustad Fahmi.

Abbas bersama timnya langsung bergerak membersihkan tempat-tempat ibadah, menghapus debu yang menyarang di tembok-tembok masjid, mencuci karpet-karpet dan mukena juga menyapu sampah-sampah yang masih berserakan. Alhamdulillah, warga sekitar Masjid Jami Al Hidayah dan Masjid Alhambaliyah menyambut baik kedatangan KASIH.

“Hal unik yang terjadi selama pelaksanaan program ini adalah masyarakat yang melihat relawan kasih secara otomatis turut membantu kegiatan bersih-bersih,” tutur Koordinator Program PPPA Daarul Qur’an Bandung, Gugum.

Selain Abbas, ada pula Jarwo (60), seorang buruh tani yang sangat ingin berjihad melalui tenaga dan pikirannya untuk berdakwah. Meskipun usianya semakin senja, semangatnya menebar kebaikan tak kalah dengan kaum muda. Ia pun ikut membantu Abbas membersihkan masjid-masjid setelah bersama-sama melaksanakan salat dhuha berjamaah.

Begitu pula dengan Ian (40), seorang marbot masjid yang hampir setiap hari keliling Tasikmalaya, menyiarkan dakwah melalui pendekatan sosial kepada masyarakat. Karenanya, ia begitu senang bergabung dengan tim KASIH lantaran sejalan dengan keinginannya menyebarkan nilai-nilai Islam kepada warga Tasilmalaya.

Mudah-mudahan hadirnya KASIH semakin bermanfaat dan menginspirasi masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan, meluaskan dakwah Islam dan secara internal dapat menguatkan Daqu Method pada diri relawan. Aamiin.

Berita lainnya ..