Berita Cabang | Malang

Jelajah Mobile Qur'an di Jember

  09 Februari 2017  

 
Malang - Rintik hujan saling bersahutan dengan alunan Asmaul Husna yang dilantunkan lantang santri Rumah Tahfidz Al Mu’arif, memecahkan keheningan Shubuh. Udara sejuk menyapa kedatangan Tim Mobile Qur’an (MoQu) PPPA Daarul Qur’an Malang di Desa Balung, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.
 
Meskipun matanya masih tampak sayu dan sesekali menguap, santri-santri Rumah Tahfidz Al Mu’arif begitu antusias menyambut kedatangan MoQu. Rata-rata usia mereka masih di bawah sepuluh tahun, namun semangat mereka mengalahkan rasa kantuk.
 
Para santri semakin larut, dipandu oleh kakak-kakak pembimbing MoQu. Mereka juga menonton film anak yang bertemakan Alqur’an, bermain tebak-tebakan tentang sejarah Rasulullah dan membacakan hafalan Qur’an.
 
Tak satu pun dari mereka yang tak memperhatikan. Padangan mereka terus tertuju pada kakak pemandu MoQu. Mereka pun bersaing satu sama lain untuk menebak sejarah Nabi dan ingin lebih dulu menyetorkan hafalan Qur’annya.
 
Usai mengisi kegiatan di Rumah Tahfidz Al Mu’arif, MoQu melanjutkan aksinya di MA dan MTs Al Marhamah. Wajah berseri dan raut tak sabar nampak jelas menanti kedatangan Moqu di sekolah mereka.
 
Terik matahari tak menghalangi murid-murid MA dan MTS Al Marhamah. Mereka tetap menyimak materi yang diberikan kakak pembimbing MoQu di luar kelas yang tak semua atapnya tertutup.
 
Saat aksi MoQu akan berakhir, peserta tidak serta merta meninggalkan lokasi di mana para pembimbing MoQu mengisi acara.  Alih-alih kembali ke pondok masing-masing, mereka justru tetap bertahan untuk bercengkrama dengan para pembimbing MoQu. Rupanya, mereka masih penasaran. 
 
"Sebelumnya enggak pernah ada kakak-kakak yang dateng ke sini. Aku juga baru tau tadi pas guruku bilang kita disuruh keluar kelas kumpul di lapangan. Aku seneng, apalagi kakak-kakaknya lucu-lucu, jadi tadi itu seru," ujar Murtafiah salah satu siswa kelas 12 dengan senyum lebarnya.
 
Siswa lainnya Laili, juga mengaku termotivasi dengan kehadiran tim MoQu. Materi Alqur'an yang disampaikan kakak-kakak MoQu memicunya untuk jadi Hafidz Qur'an. "Awalnya bingung, kirain mau ada test tahfidz gitu. Tapi, tadi habis lihat video PPPA Daarul Qur'an akhirnya baru ngerti. Aku jadi termotivasi dan mau banggain orang tua," timpalnya yang duduk di sebelah Murtafiah.
 
Senyum sumringah anak-anak Rumah Tahfidz Al Mu'arif menghiasi suasana sore itu, saat melihat tim Moqu kembali ke Rumah Tahfidz untuk melanjutkan kegiatan.
 
Canda tawa mengiringi materi yang disampaikan Ifa, salah satu relawan Tim Moqu DaQu Malang. Pembawaan materi yang terasa ringan membuat peserta memahami dengan maksimal. Di akhir kegiatan, Ifa menyeleksi anak-anak dengan hafalan surat Ar Rahman ayat 1-4 untuk maju ke depan menunjukkan hafalannya masing-masing. Penampil terbaik akan dapat kenang-kenangan dari PPPA Daarul Qur'an Malang.
 
Semangat melahirkan anak-anak penghafal Al Qur'an dilakukan dengan banyak metode. MoQu menjadi salah satu cara paling diminati anak-anak usia sekolah dasar. Dibawakan dengan riang melalui dongeng inspirasi, sehingga tak ada kata bosan tapi mampu memicu keinginan mereka menjadi hafidz Qur'an.