Berita
Rumah Tahfizh Impian

  11 Oktober 2017    226

Aliya Syakira Anwar (12), tengah menghafal Alqur’an di Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Ciledug, Tangerang. Sudah satu tahun ia tinggal di asrama rumah tahfizh demi meraih cita-cita menjadi seorang hafizah.

Syakira sapaan akrabnya, terinspirasi dengan salah satu Imam Masjidil Haram Syekh Al Ghamidi yang beberapa tahun lalu datang ke Indonesia dan menjadi narasumber majalah Kabar Daqu PPPA Daarul Qur’an. “Syakira baca Kabar Daqu, Syekh Al Ghamidi cerita sudah sejak kecil menghafal Alqur’an. Syakira jadi punya kemauan sendiri untuk bisa hafal Qur’an juga,” ujarnya.

Demi menjadi seorang hafizah, Syakira pun rela datang jauh-jauh dari kampungya di Lahat, Palembang, Sumatera Selatan. Lantaran tak ada biaya jika harus naik pesawat terbang, ia bersama sang ibu memilih kapal laut yang butuh waktu berjam-jam untuk sampai ke Jakarta.

“Alhamdulillah, setelah mencari-cari alamat akhirnya Syakira diantar ke sini (Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Ciledug). Sekarang Syakira mau fokus ngafal 30 juz supaya bisa membahagiakan mama papa,” harapnya.

Di sela-sela menceritakan perjuangannya meraih cita-cita menjadi seorang hafizah, air mata tiba-tiba menetes dari mata Syakira yang masih tampak polos saat mengingat kedua orangtuanya. Ayah dan ibu gadis kecil ini ternyata telah lama berpisah. Alasannya karena sudah tak cocok lagi.

Ayah Syakira yang bekerja sebagai penjaga kolam ikan, lebih memilih menetap di Lahat. Sementara sang ibu merantau ke Bali menjadi staf keuangan di salah satu butik. “Sedih kalau lagi liburan enggak bisa kumpul bareng sama dua-duanya. Meskipun kecil kemungkinan untuk mama papa bersatu lagi, tapi Syakira tetap punya harapan,” ujar Syakira sembari mengusap air matanya.

Meski sempat terpuruk karena perpisahan kedua orangtaunya, Syakira tak putus asa. Ia mengaku bersyukur masih memiliki orangtua yang lengkap sedangkan anak-anak lain nasibnya ada yang kurang beruntung lantaran ditinggal pergi dan menjadi yatim piatu sejak kecil.

Syakira pun akhirnya punya impian membangun rumah tahfizh dan menjadi seorang ustadzah. Ia ingin menjadikan rumahnya tempat bernaung anak-anak yatim piatu dhuafa, memberikan kehidupan lebih baik bagi mereka yang kekurangan kasih sayang. “Syakira juga mau ngajar, dakwahin Qur’an di Bali tempat mama sekarang tinggal. Mau mengenalkan Islam kepada masyarakat di Bali yang kebanyakan masih non muslim,” tuturnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini, juga punya cita-cita kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Syakira ingin memperdalam ilmu Alqur’an agar kelak dapat ia gunakan dalam menyiarkan dakwah Qur’an.

Syakira adalah salah satu dari puluhan ribu santri rumah tahfizh yang akan mengikuti gelaran Wisuda Akbar 8 pada 22 Oktober mendatang. Hafalannya saat ini sudah mencapai 11 juz. Mudah-mudahan segala perjuangan dapat memudahkan para hafizh Qur’an seperti Syakira meraih impian dan cita-cita. Aamiin.

Photo lainnya dalam Berita ini ..




Berita terakhir lainnya ..