Berita
Tim Kemanusiaan PPPA Tiba di Cox's Bazar

  10 Oktober 2017    404

Alhamdulillah, tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an bersama relawan lokal telah tiba di Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (9/10). Setelah melakukan observasi dan assessment di sekitar wilayah pengungsian, tim kemanusiaan PPPA akan fokus menangani pengungsi di Balu Khali Camp. Jumlah pengungsi di kamp Balu diperkirakan ratusan ribu jiwa terdiri dari orang tua, remaja dan balita, banyak pula pendatang baru yang memilih tinggal di kamp tersebut. Sebelumnya data pengungsian mencatat, sekitar setengah juta pengungsi Rohingya memenuhi pusat pengungsian di Cox’s Bazar ini.

“Saat mengelilingi Balu Khali Camp, kami bersama mitra lokal sampai tembus ke belakang bukit-bukit pengungsian sehingga banyak pendatang baru yang kami temui,” ujar General Manager PPPA Daarul Qur’an yang juga Ketua Tim Kemanusiaan untuk Rohingya, Jahidin.

Melihat banyaknya pengungsi pendatang baru, Jahidin menilai bantuan paling utama yang akan diberikan tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an kepada pengungsi Rohingya adalah pangan dan logistik. Sebab, mereka telah berhari-hari terlunta tanpa bekal dalam perjalanan menuju kantong-kantong pengungsian ditambah lagi kondisi pengungsi yang sangat memprihatinkan. Satu barak bisa ditempati lebih dari empat kepala keluarga.

Selain itu, tim kemanusiaan juga akan melengkapi fasilitas kegiatan keagamaan di pengungsian seperti masjid dan TPA. Sebab, tempat ibadah di pengungsian masih sangat minim dan ala kadarnya. Sama seperti kantong-kantong pengungsian yang dibangun dengan bahan-bahan seadanya seperti kain-kain terpal dan seng untuk tempat tinggal. Bagi mereka saat ini adalah bagaimana keselamatan jiwa mereka dan keluarga dalam keadaan aman.

“Kami akan memberikan bantuan melengkapi masjid atau sarana ibadah misalnya seperti menyediakan karpet, sajadah dan Alqur’an. Begitu pula di TPA, Alhamdulillah saat ini sudah dua ustad yang hafizh mengajar di lokasi ini dan setiap harinya membimbing anak-anak rohingya mengaji. InsyaAllah, kami akan menyiapkan papan tulis sebagai kegiatan belajar mengajar, setidaknya kegiatan ini sebagai trauma healing mengembalikan kondisi psikologis mereka,” tutur Jahidin.

Jahidin pun mengaku prihatin melihat kondisi ratusan anak-anak Rohingya yang ia temui di pengungsian. Kebanyakan dari mereka yatim piatu dan terpisah dari orangtua. “InsyaAllah, kami akan menyuplai kebutuhan paling mendesak seperti pangan dan alat salat. Sementara untuk bayi, kami akan sediakan makanan bayi,” tuturnya.

Jahidin bersama tim rencananya akan menetap selama satu bulan di Cox's Bazar. Selain menyalurkan bantuan logistik dan keperluan ibadah, program tahfizhul Qur’an akan diselipkan di sela-sela kegiatan di pengungsian. “Alhamdulillah, dengan adanya guru tahfizh lokal di sini maka akan lebih mudah jika nantinya PPPA Daarul Qur’an mengembangkan program tahfizh. Ucap terima kasih yang begitu menyentuh kami dari para pengungsi Rohingya untuk seluruh donatur PPPA Daarul Qur’an, bahwa bantuan anda sangat-sangat bermanfaat dan dibutuhkan. Semoga ribuan balasan kebaikan dan pahala bagi para donatur,” ucapnya bergetar. 

Photo lainnya dalam Berita ini ..




Berita terakhir lainnya ..