Berita
Solidaritas Rohingya dari Gaza

  10 September 2017    618

Tragedi kemanusiaan Rohingya tak hanya menyita perhatian Indonesia. Sejumah masyarakat di berbagai belahan dunia juga ikut memberikan dukungan untuk saudara-saudara muslim di Negera bagian Rakhine Myanmar yang kini tengah dilanda krisis kemanusiaan.

Salah satunya masyarakat di Gaza Palestina, mereka pernah merasakan duka yang sama. Ratusan masyarakat dan 220 santri Rumah Tahfizh Daarul Qur'an ikut memberikan dukungan dengan menggelar aksi solidaritas untuk Rohingya.

"Warga dan santri berkumpul di Rumah Tahfizh Daarul Qur'an Gaza untuk mendaoakan umat muslim Rohingya," ujar Pegiat Kemanusiaan untuk Palestina dari Indonesia, Abdillah Onim.

Rumah Tahfizh PPPA Daarul Qur�an Nusantara bimbingan KH Yusuf Mansur memang sudah berdiri di Gaza, Palestina sejak akhir 2013. Adanya rumah tahfizh berawal dari halaqah atau group anak-anak Palestina hafizh Qur�an yang dibentuk PPPA.

Beberapa bulan kemudiaan, pembangunan gedung rumah tahfizh berlantai tiga pun terlaksana. Alhamdulillah, bang Onim sapaan akrab beliau dan istrinya di Gaza Utara Palestina mewakafkan tanahnya untuk dibangun rumah tahfizh.

Setiap harinya anak-anak Gaza, Palestina berbondong-bondong datang ke Rumah Tahfizh Daarul Qur'an Nusantara untuk mengaji, menghafal dan menyetor hafalan. Di bawah bimbingan sepuluh guru dari berbagai macam ilmu mulai doktor sampai magister ahli tafsir Qur'an dan syariah, para santri dibekali ilmu agama dan diajarkan menghafal hadits syarif.

"Alhamdulillah, 40 orang anak-anak Palestina berhasil hafal Qur�an 30 Juz. Mayoritas dari mereka memiliki hafalan mulai dari 10 Juz hingga 25 Juz," ujar Abdillah Onim yang juga merupakan Ketua Koordinator Daarul Qur'an Nusantara di Jalur Gaza.

Aksi solidaritas kemanusiaan dari Gaza untuk Rohingya dilakukan bersamaan dengan doa bersama untuk Rohingya yang diserukan Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Pusat, melalui lantunan doa 30 ribu santri semoga mampu mengetuk pintu langit.

"Semoga aksi solidaritas yang digelar bukan hanya oleh warga Gaza tapi juga seluruh masyarakat dunia dapat mengakhiri penderitaan yang dialami seluruh muslim Rohingya," tutur Abdillah Onim.



Berita terakhir lainnya ..