Pembahasan Fiqih Ibadah
Diasuh oleh KH. Ahmad Kosasih M.Ag
Adab Buang Air dan Bersuci


Hal-hal yang harus diperhatikan ketika buang air.

  1. Jangan buang air di tempat yang dapat mengganggu orang lain, seperti di tempat orang lalu-lalang, di bawah pohon yang berbuah dan pohon yang rindang, di tempat angin yang meniup kea rah orang, dan sebagainya.
  2. Jangan di tempat yang terbuka.
  3. Jangan berbicara kecuali dalam keadaan terpaksa.
  4. Apabila masuk ke tempat yang khusus untuk itu hendaknya mendahulukan kaki yang kiri sambil berdo’a:

“Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan”.

  1. Apabila keluar dari tempat itu hendaklah mendahulukan kaki yang kanan sambil berdo’a:

“Aku mengharap ampunan Engkau. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari diriku dan menyehatkan badanku”.

  1. Apabila terpaksa buang air pada tempat yang terbuka dan bukan pada tempat yang khusus untuk buang air maka tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat.

Bersuci dari najis setelah buang air hukumnya wajib karena kesucian badan merupakan salah satu syarat untuk menjalankan ibadah, terutama shalat.

Cara bersuci:

  1. Membersihkan najisnya dengan air bersih.
  2. Boleh juga membersihkannya dengan menggunakan selain air seperti batu, atau sesuatu yang kesat dan menyerap kotoran atau najis.

Yang terbaik ialah bersuci dengan keduanya, yaitu dibersihkan dengan batu atau penggantinya kemudian dibasuh dengan air.


Total Akses Halaman Modul ( 3.800 )