Artikel
Ramadan, Bulan Dikabulkannya Doa-Doa

  2,104


 

Suhu kota Jakarta mencapai 32 derajat celsius. Panasnya terik matahari bak menjadi ujian di hari ketiga ramadan 1437 H ini. Puasa menjadi benteng diri dari segala hawa nafsu. Salah satunya ialah bersabar menahan lapar dan haus sejak fajar hingga terbenamnya matahari.

Namun, dibalik itu semua, Ramadan menjadi bulan istimewa penuh ampunan. Termasuk, bulan yang berlimpahnya doa-doa yang diijabah Allah SWT.

Kembali agenda tahunan PPPA Daarul Qur’an menyambangi kota Jakarta, Rabu, (8/6). Kali ini, tim Spirit Of Ramadhan (SOR) hadir di Masjid Markas Besar Angkatan Darat, tepatnya di Jalan Veteran III No 5, Gambir-Jakarta Pusat.

“Ketika kita membaca ayat-ayat tentang puasa, seperti Al-Baqarah ayat 183 hingga 187, tetapi ada yang berbeda pada pertengahan ayat-ayat tersebut yakni, ayat 186, dan kembali menerangkan puasa di ayat ke 187” ujarnya pada awal mukodimah dakwahnya, ditengah-tengah kerumunan pria berseragam hijau.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran,” Al-Baqarah [2] : 186

Ia menerangkan, tersisipnya ayat tersebut di tengah-tengah ayat-ayat yang menjelaskan puasa seolah-olah Allah ingin mengisyaratkan, bahwa kita diperintahkan untuk tidak segan-segan berdoa. Karena, pada saat bulan suci ramadan, Allah akan mengabulkan doa-doa kita.

Sekumpulan pria dengan gaya rambut dan cara berpakaian yang sama, duduk khidmat mendengarkan penjelasan demi penjelasan usai shalat Dzuhur.

Ada tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak, yakni, pemimpin yang adil, berpuasa sepanjang siang hingga berbuka dan doa orang teraniaya.

Berbagai keterangan dalil dan hadist nabi pun dihadirkan. Tak ayal, kajian kali ini mengundang tanya para pendengarnya. “ketika kita berbuka puasa, mana doa yang sesungguhnya lebih baik, setelah berbuka atau sebelum berbuka,” tanya seorang jamaah.

"Ketika kita membaca doa berbuka puasa, doa tersebut belum megandung doa kita. Karena, doa tersebut berisi pujian-pujian kepada Sang Maha Pemeberi Rezeki,” jawabnya.

Ia melanjutkan, Allah menerima doa hamba-Nya ketika ia sedang dalam keadaan senang. Tabiat manusia adalah lupa kepada Tuhannya ketika ia dalam keadaan senang.

Maka, berdoalah ketika kita sedang berbuka. Karena Allah menantikan doa-doa kita.



Artikel lainnya ..


Arsip Artikel