Artikel
Mari Petik Pahala Tiap Huruf Qur'an

  8,522


Ustadz Yusuf Mansur identik dengan PPPA Daarul Qur’an?

Tentu saja Ustadz Yusuf Mansur tidak bisa dilepaskan dari PPPA Daarul Qur’an. Beliaulah Pendiri Yayasan Daarul Qur’an Nusantara yang menaungi lembaga ini. Namun, PPPA Daarul Qur’an kami kembangkan sebagai lembaga modern yang bekerja dengan sistem. Tidak tergantung pada figur seseorang. Ustadz Yusuf masih jadi maskot PPPA Daarul Qur’an, tapi kami juga memiliki barisan Asaatidz untuk melayani ummat. Selain itu, Ustadz Yusuf juga menyerahkan inovasi lembaga kepada kami.

Apa saja program PPPA Daarul Qur’an?

Misi kami adalah pemuliaan Al Qur’an berbasis komunitas. Halini kami terjemahkan dalam tiga kategori program, yaitu programkaderisasi penghafal Qur’an, support program kaderisasi, dan program pemasyarakatan Qur’an. Untuk kaderisasi penghafal Qur’an, kami mengemas program Kampung Qur’an Ketapang, Tangerang, yang dihamparkan di atas tanah seluas 2 hektar yang meliputi: Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an, Ruang Training, dan fasilitas pendidikan lainnya. PPPA Daarul Qur’an juga mengembangkan program Pesantren Tahfidz untuk mencetak kader Penghafal Qur’an melalui pembinaan intensif. Ada yang dibuka dan dikelola langsung oleh PPPA Daarul Qur’an, dan lebih banyak lagi yang didirikan atas inisiatif masyarakat dengan dukungan PPPA Daarul Qur’an. Alhamdulillah, kini Rumah Tahfidz tidak saja tersebar di Indonesia, tapi juga terdapat di beberapa negara seperti Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Australia. Bahkan sebagian TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Taiwan dan Hongkong juga membuka Rumah Tahfidz swadaya di daerah asalnya di Tanah Air. PPPA Daarul Qur’an pun mengembangkan Program Rumah Tahfidz sehingga juga diadaptasi di lingkungan masjid, perusahaan, hotel, restoran, dan unit lembaga lainnya.

Bagaimana strategi Anda dalam mengembangkan PPPA Daarul Qur’an?

Secara kelembagaan, kami sudah membentuk Kantor Perwakilan di Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Palembang, dan Palangkaraya. Selain itu, PPPA Daqu bersinergi dengan lembaga lain untuk mengembangkan program seperti dengan Perguruan Islam Al Khairat di Ambon dan Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi). Kami juga bermitra dengan banyak pesantren, TPA, TPQ, dan lain-lain. Dan yang tak ketinggalan, kami mengembangkan program melalui fasilitas internet. Misalnya belum lama ini kami menyepakati kerjasama dengan Islamic Online University (IOU), yaitu Perguruan Tinggi Islam internasional yang berbasis di Qatar. Perkembangan PPPA Darul Qur’an ini bukan hasil kerja kami semata, melainkan hasil kerja donatur, hasil kerja kita semua yang mempunyai cita- cita sama dalam membibit dan mencetak Penghafal Al-Qur’an.

Sumber : HU. Republika Ahad, 3 April 2011

 



Artikel lainnya ..


Arsip Artikel