Arsip Berita | Juli 2017
Kiriman Do'a dari Santri Lembah Cinagara

  31 Juli 2017    297

Antrian kendaraan berpelat B terlihat mengular di badan hingga bahu jalan tol  mulai dari gerbang tol Ciawi menuju Sukabumi. Sebenarnya ini pemandangan yang wajar setiap menjelang akhir pekan. Ribuan warga Jakarta memadati jalur ini untuk berakhir pekan di Puncak dan Sukabumi.

Tanpa pikir panjang, rute alternatif via exit tol Gadog pun diambil untuk menghindari bottle neck di Ciawi, Jumat (28/7). Ya, siang itu rombongan donatur dan  staf PPPA Daarul Qur'an Bogor hendak menuju Pesantren Takhassus Daarul Quran Cinagara, sebuah pesantren tahfizd Alqur'an khusus putra di lembah Gunung Salak Halimun, Kabupaten Bogor.

Selama dua pekan terakhir, PPPA Daarul Qur'an Bogor menggelar promo Sedekah Birrul Walidain, yaitu sedekah yang diniatkan sebagai amal ibadah atas nama orang tua, baik yang masih ada ataupun yang sudah mendahului kita. Bentuknya adalah sedekah jariyah dengan dengan pilihan penyaluran, yaitu pencetakan mushaf Alqur'an dan pembangunan Masjid Nabawi di Pesantren Daarul Quran Tangerang.

Harapannya, tentu sedekah ini akan mengalirkan pahala yang tiada henti bagi orang tua. Bukankah sabda Rasulullah menyatakan perihal tiga amal yang pahala akan terus dinikmati seorang muslim bahkan setelah ia wafat yakni sedekah jariyah, ilmu yang termanfaat dan doa anak-anak nan saleh-salehah. Intinya, program ini mengajak para donatur bersedekah untuk kemaslahatan orang tua mereka, mengirimkan doa-doa terbaik untuk mereka, sebagai bukti kasih seorang anak kepada ayah bunda dan anggota keluarga lainnya.

Program Sedekah Birul Walidain ini dikemas dalam bentuk penggalangan dana sedekah jariyah, khataman Alqur'an oleh santri-santri Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Cinagara, pembacaan doa khusus untuk arwah dan orang tua. Kegiatan ini sengaja dipilih hari Jumat karena di penghujung hari itu, antara Ashar dan Maghrib, terdapat waktu mustajab melantunkan doa-doa.

Rombongan tiba di lokasi persis saat adzan Ashar berirama dengan riakan aliran sungai Cinagara, yang memisahkan pesantren dengan perkebunan warga. Gerimis kecil mulai membasahi bebatuan besar di sepanjang sungai Cinagara, salah satu lokasi favorit para santri menghafal kalam-kalamNya.

Tepat pukul 16.00, setelah santri-santri selesai shalat Ashar dan dzikir petang, khataman pun dilakukan. Para santri dibagi dalam 30 grup, masing-masing mendapat tugas tilawah 1 juz. Tak sampai 30 menit, semua menuntaskan bacaannya.

Ustadz Miftah El Fajri langsung memimpin doa khataman dan mendoakan para donatur. Empat halaman berisikan daftar nama donatur dan keluarga mereka. Tak kurang dari 140 nama teruntai dalam doa saat suara petir dan lantunan amin para santri bersahutan di derasnya hujan.

Acara pun ditutup dengan menu istimewa. Ada daging aqiqah dari tim Qurban Istimewa (QUIS) yang diolah menjadi menu bancakan. Lalapan, semur, empal, teri kacang balado, tahu dan tempe digelar bersama nasi putih di atas daun-daun pisang yang memanjang. Plus sambal korek khas buatan istri  Ustad Dedi, pimpinan Pesantren Takhassus Cinagara.

Dan satu jam menjelang Maghrib itupun dihabiskan dengan syukur dan penuh harap semoga keberkahan di penghujung Jumat ini senantiasa tercurah untuk para donatur beserta keluarga mereka yang telah mendukung program Sedekah Birrul Walidain. Karena mereka yang telah mendahului kita pun masih berharap kasih dari kita. Dari lembah Cinagara, doa-doa itu menembus langit.

Photo lainnya dalam Berita ini ..




Berita terakhir lainnya pada periode ini ..