Arsip Berita | Juni 2016
SOR Kembali ke Tengah Kota, Mengaji Bersama Bappenas

  30 Juni 2016    769

Memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadan 1437 H, Spirit of Ramadan atau SOR, masih tetap bergerilya menyurusi petak demi petak Ibu Kota, Jakarta. Menerobos padatnya kemacetan yang menjadi hidangan wajib warga kota metropolitan ini.

Alhamdulillah, siang ini, Kamis (30/6) kembali, SOR menyambangi salah satu gedung megah yang tak jauh dari Bundaran Hotel Indonesia. Yakni, kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), untuk memberikan penyejuk di tengah panasnya cuaca Jakarta.

Setelah melakukan sholat Dzuhur berjamaah di musholla, puluhan karyawan Bappenas yang seringnya lansung terjun meneruskan kewajibannya terhadap negara dan masyarakat. Kini, mereka duduk lebih lama di tempat mulia ini untuk mendengarkan tausiyah.

Ustad Bisri Hasan, yang akan menyampaikan kajian tentang khalifahan manusia di bumi dan secuil sejarah Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut membuat salah seorang jama'ah memberikan kedua jempolnya.

"Kisah yang berbeda dari yang lain, sangat mengugah semangat untuk berbibadah. Bukan hanya ajakan untuk melakukan kebaikan, tetapi yang ini lebih mengena karena variasi ceritanya," ungkap Muhammad Sowam (43), Staff Direktorat Kehutanan.

Mengingat, Ustad Bisri kala itu menyeru, setelah Allah menciptakan makhluk hidup di alam semesta ini, Dia menentukan syariat-syariat untuk semua ciptan-Nya.

"Allah bertanya kepada langit, apakah kamu sanggup menjadi khalifah di bumi? Dan, langit berkata tidak mampu. Pun begitu dengan gunung dan ciptaan-Nya yang lain, kecuali manusia. Saat manusia ditanya hal yang sama, ia langsung menyanggupinya untuk menjadi khalifah di muka bumi, Khalifah fil ardh," paparnya.

Maka konsekuensinya, lanjut ia, kita sebagai manusia pantasnya menjaga buminya Allah, merawat dan memeliharanya. Menjauhkan egoisme, dan selalu berada di atas syariat Allah.

Ditambah, sepenggal kisah Rasulullah SAW, yang dengan hati mulianya memberikan makan setaip pagi, sore dan malam kepada seorang nenek. Lebih Subhanallah lagi, tidak ada yang keluar dari ucapan sang nenek itu, kecuali cacian dan makian kepada Rasul.

Kisah yang diharapkan dapat memompa hati nurani para jama'ah untuk bangun dan tergerak hatinya. Karena, dunia adalah tempat menabung, sebelum menemui penghakiman di hari akhir nanti.

Kepala Dewan Kemakmuran Masjid, H. Hamdani, memberikan suaranya. Pria yang menjabat sebagai Direktorat Rumah Tangga Bappenas ini berkata, "Alhamdulillah, kajian yang disampaikan assatidz dari Daqu sangat bagus, dan mengena dihati, terkait ilmu-ilmu yang ada di seliling kita."

Lelaki 50 tahun ini pun menambhakan, semoga keistiqamahan Daarul Qur'an untuk membangun generasi Qur'ani terus terjaga. Agar, negara ini semakin mendapat hikmah dan manfaat dari Alqur'an, baik di masa sekarang, maupun yang akan datang.



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..