Arsip Berita | Januari 2015
Alhamdulillah, 4 Santri Gaza Kembali Dengan Selamat

  27 Januari 2015    2,280

Sempat tertahan selama 15 hari di Malaysia, akhirnya 4 santri Graha Tahfidz Gaza Daarul Qur’an bisa kembali dengan selamat pada Jumat, 23 Januari 2014. Kebahagiaan bisa kembali ke tanah kelahirannya ditandai dengan sujud syukur oleh keempatnya.

Sama seperti kedatangan ke Jakarta, kepulangan ke Gaza juga tidak begitu mulus. Banyak rintangan terutama menunggu kepastian kapan pintu perbatasan Rafah dibuka oleh pemerintah Mesir. Selain itu sulitnya pengurusan Visa juga menjadi penyebab mereka harus tertahan selama 15 hari di Malaysia. Selain itu mereka juga harus menginap semalam di Bandara Internasional Kairo, Mesir.

Sebelumnya Husen Albasliqy (15), Salem Emadduddien Al Amasy (12) dan Omar Muhammad Abu AlHusna (13) serta Muhammad Qadouroh (24) selaku pendamping tiba di Jakarta pada bulan Oktober untuk mengikuti acara Wisuda Akbar V yang digelar oleh PPPA Daarul Qur’an di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu 25 Oktober 2014.

Selain itu, selama tiga bulan keberadaannya di Indonesia, Keempat santri Gaza ini juga berkeliling kesejumlah daerah Indonesia. Mereka mendapat Sambutan meriah dari muslim Indonesia dalam setiap kunjungannya.

Seperti saat mereka tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (7/11). Pekik takbir dan teriakan ''Gaza'' membahana dari sekitar lima ribu masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Begitu juga saat berada di Jogjakarta, Surabaya dan Bandung, ribuan masyarakat mengelu-elukan kehadiran tiga santri Gaza ini.

“Saya senang sekaligus haru bisa bertemu langsung dengan anak-anak Gaza. Saya salut dengan mereka yang berada dalam kondisi perang namun bisa menghafalkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz” ujar Eni warga Lombok Tengah.

Dalam setiap kunjungannya ke beberapa wilayah Indonesia, para santri Gaza ini berbagi cerita mengenai kondisi negara mereka dan pengalaman bagaimana mereka menghafal Al-Qur’an meski tempat tinggal dan tempat belajar mereka selalu menjadi sasaran pesawat tempur Israel.

Terakhir, sebelum kepulangan ke Palestina, para santri Gaza ini mengisi acara Dzikir Nasional Republika yang digelar di Masjid At-Tin, Jakarta, Rabu 31 Desember 2014.

Meski mengaku senang dengan kondisi di Indonesia namun keempat santri ini mengaku kembali ke Gaza adalah keinginannya. Mereka tidak peduli dengan perang dan isolasi yang dilakukan oleh pemerintah Israel. Maka perasaan membuncah memenuhi keempat santri ini begitu mendapat kepastian kepulangan ke Palestina.

“Terimakasih kepada Indonesia dan Daarul Qur’an atas segala bantuan dan doanya. Semoga kami bisa kembali lagi dan Palestina segera merdeka” Kata Salem dalam satu kesempatan.

Ketua DAQU Gaza Palestina, Abdillah Onim, melaporkan kedatangan empat orang santri Gaza tersebut disambut hangat oleh pihak keluarga. Takbir berkumandang sesaat mereka melewati pintu perbatasan Rafah.

 



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..