Arsip Berita | Mei 2013
Syaikh Adam Philander Kunjungi Rumah Tahfidz

  24 Mei 2013    4,320

‘’Alhamdulillah, Saya merasa seperti di rumah sendiri. Setiap pekan di rumah kami juga ramai seperti ini,’’ ujar Syaikh Adam Philander kepada Jamaah Majelis Taklim dan Rumah Tahfidz Al-Azmy, Bogor, Sabtu (11/5).

Syaikh Adam Philander nama lengkapnya Muhammad Yusuf Adam. Tapi, Imam Masjid Nurul Latief Macassar, Capetown, Afrika Selatan, itu lebih populer dipanggil Adam Philander. Philander adalah nama keluarga Belanda dari moyang Eropanya.

Adam Philander menjadi penerus dakwah Syaikh Muhammad Yusuf Al-Makassari (1627-1699), pembawa agama Islam dari Indonesia ke Afrika Selatan. Syaikh Yusuf dimakamkan di Faure, Capetown, yang dikenal sebagai Karamah. Namun di Srilanka dan Makassar juga terdapat kuburan yang dikenal sebagai makam Syaikh Yusuf. Ulama dari Gowa, Makassar, itu memang sempat diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Ceylon (Srilanka) dan mengembangkan Islam di negeri tersebut.

Syaikh Yusuf Al-Makassari tak hanya mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia jaman Presiden SBY. Ia juga mendapat penghargaan dari Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela sebagai ‘'Salah Satu Putra Afrika Terbaik'’. Pada 2005, Almarhum Syaikh Yusuf juga mendapat penghargaan tertinggi sebagai ‘’Pejuang anti-Kolonialisme’’ dari pemerintah Afrika Selatan yang diteken Presiden Thabo Mbeki.

Nah, dalam kunjungan kali keempat ini yang disertai istrinya, Umi Zubaidah, Syaikh Adam Philander bertakziyah kepada keluarga keturunan Syaikh Yusuf di Makassar. Beliau juga berkunjung ke Rumah Qur’an di lereng Gunung Merapi Yogyakarta, yang dibangun oleh PPPA Daarul Qur’an. Dan pada Sabtu-Senin (11-13 Mei), Syaikh Adam bermukim di Rumah Tahfidz Al Azmy Desa Rawakalong, Gunungsindur, Bogor.

Kepada Jamaah Al-Azmy, Syaikh Adam mengungkapkan bahwa setiap malam Jum’at rumahnya di Capetown juga dipenuhi jamaah untuk mengaji dan berdzikir. ‘’Suasananya ya ramai dan meriah seperti ini,’’ tandas Syaikh Adam di tengah kerumunan seratusan orang.

Syaikh mengingatkan agar jamaah mengisi pikiran dan hatinya dengan Islam. Ia menyayangkan, betapa banyak orang berilmu agama, tapi hatinya kosong. Mereka tidak menghayati Islam sampai ke hatinya.

Ia juga mewanti-wanti agar kaum muslimin waspada terhadap bahaya global narkoba, miras, zina, dan dampak negatif internet. ‘’Saat ini, akses internet bisa melalui ponsel yang ada di kantong anak-anak kita. Kalau kita cuek, bisa rusak anak-anak kita,’’ seru Syaikh Adam yang bercakap dalam Bahasa Inggris.

Syaikh Adam juga mengajak kaum muslimin Indonesia bersyukur sebagai kaum mayoritas. ‘’Di sini Anda bebas berdakwah, sehingga Daarul Qur’an dapat mengembangkan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an, Rumah Qur’an, dan Rumah Tahfidz seperti Al azmy ini. Sedangkan kami umat Islam di Afrika Selatan hanya 5% dari 48 juta rakyat keseluruhan. Tentu saja kami tidak seleluasa di sini dalam menjalankan agama dan berdakwah,’’ tutur Syaikh berusia 60 tahun itu. (nurbowo)



Tidak ada data lainnya pada periode ini ..