Arsip Berita | Mei 2012
Paket Beasiswa untuk 1000 Santri

  31 Mei 2012    2,143

 

Hadits ini dikutip Dr Sagiran, Direktur RS Umum Nurul Hidayah Bantul Yogyakarta, dalam sambutan pembukaan Wisuda Akbar Indonesia Menghafal 3 (IM3) yang diselenggarakan PPPA Daarul Qur’an di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (19/5).

Oleh karena itu, Syeikh Ali Jabir dalam acara yang sama mengajak seluruh kaum muslimin di Indonesia untuk mendukung program pemuliaan Qur’an yang dikelola PPPA Daarul Qur’an. Misalnya program Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an, Rumah Tahfidz, dan Rumah Qur’an.

“Kalau kita belum atau tidak sempat menghafal Qur’an, maka berikanlah kesempatan kepada orang lain atau generasi di bawah kita untuk menghafal Qur’an sehingga kita tetap mendapat pahalanya,” tutur imam masjid asal Madinah Al Munawwarah.

“Alhamdulillah, kalau melihat ribuan peserta Indonesia Menghafal sejak yang pertama sampai yang ketiga ini, saya optimis PPPA Daarul Qur’an akan memproduksi imam-imam Hafidz Qur’an dari Indonesia untuk masjid-masjid di dunia,” Syeikh Ali Jabir optimis.

Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur’an Tarmizi mengatakan, sebagai lembaga yang fokus pada usaha-usaha pembibitan para penghafal Al-Qur’an, lembaganya berikhtiar terus melahirkan program yang inovatif dalam upaya memasyarakatkan Qur’an.

Agar kaum muslimin lebih mencintai, mempelajari, menghafal dan tentu saja mengamalkan Al-Qur’an. Di antaranya melalui pemasyarakatan metode hafalan One Day One Ayat. Alhamdulillah metode One Day One Ayat mendapatkan sambutan dan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat.

Melalui layanan Qur’an Call 500 311, masyarakat dapat belajar Qur’an sejak tahap pemula sampai mahir. Program Rumah Tahfidz juga mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Secara nasional, kini tidak kurang dari 500 Rumah Tahfidz beraktivitas dalam pembelajaran dan penghafalan Al-Qur’an.

Melengkapi Pondok Pesantren dan Rumah Qur’an yang juga mulai dikembangkan. Selanjutnya guna mendukung kelangsungan Pesantren dan Rumah Tahfidz serta Rumah Qur’an, PPPA Daarul Qur’an juga mengemas program Bea Siswa Santri Penghafal Al-Qur’an, Bantuan Simpatik Guru Tahfidz, Mobile Qur’an, Komunitas KACA (Klub Anak Cinta Al-Qur’an), Bingkisan Untuk Yatim (BUY), dan Ekspor (Ekonomi Pesantren).

Semua program ini adalah bagian dari ikhtiar besar Daarul Qur’an untuk mewujudkan 100.000 ribu penghafal Al-Qur’an (Hafidz) di tahun 2015 dalam visi besar agar Al-Qur’an lebih membumi di Indonesia. Banyak diantara santri dan calon santri Penghafal Qur’an yang berasal dari keluarga dhuafa.

Karena itu, PPPA Daarul Qur’an sejak 3 tahun terakhir menyajikan program beasiswa bagi santri-santri tahfidz. “Alhamdulillah, sudah lebih 1000 santri tingkat SD/MI, SLTP/MTs, SLTA/MA maupun tingkat perguruan tinggi (STMIK) menerima program beasiswa ini,” ungkap Tarmizi.

Ia menjelaskan, untuk calon santri yang difokuskan menghafal Al Qur’an, Pesantren Daarul Qur’an menyediakan paket Program I’dad selama satu tahun. Selama pendidikan, santri-santri hanya berkewajiban menghafal dan menghafal Al Qur’an.

Jika sudah khatam sampai target dan menguasai teknik menghafal dengan baik, maka tahun berikutnya dipersilahkan mengikuti pendidikan formal dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi. Tentu, tanap melalaikan kegiatan menghafal Qur’an.

Semua itu dapat berlangsung dengan dukungan para donatur PPPA Daarul Qur’an. Para donatur ini mengamalkan wasiat Nabi Muhammad SAW: "Sungguh, termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati orangtua muslim, Penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya), dan Penguasa yang adil" (HR. Abu Daud).



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..