Arsip Berita | November 2009
JOGJA KIAN ISTIMEWA DENGAN RUMAH TAHFIDZ

  23 November 2009    5,318

Meski malam sebelumnya rumahnya di Ketapang, Tangerang, dibobol garong, Ustadz Yusuf Mansur tampak tetap ceria mengikuti rangkaian acara peresmian Rumah Tahfidz di Kota Gudeg. ‘’Kita sedih, jelas sedih. Apalagi uang yang diambil itu kebanyakan adalah gaji karyawan. Tapi, tidak ada kebahagiaan yang melebihi hidup bersama Al Qur’an,’’ tutur Ustadz.

Di Masjid Nurul Asri, Deresan, Gejayan, jamaah Wisatahati Yogyakarta berdoa bersama untuk memulai perjalanan bersepeda. Alhamdulillah, Jogja yang dalam beberapa hari terakhir basah kuyup diguyur hujan, sore itu hanya bernaung mendung.

‘’Melalui olahraga budaya Jogja ini, kita ingin mengajak masyarakat hidup bersama Al Qur’an dan menghidupkan rumah-rumah untuk penghafal Qur’an,’’ terang Tarmizi, Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur’an yang mendampingi Ustadz Yusuf Mansur.

Bersama sekitar 50 onthelers, Ustadz mulai mengayuh dari halaman Masjid Nurul Asri. Selain Tarmizi, turut pula dalam jamaah Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara M Anwar Sani dan konselor Wisatahati Ustadz Ahmad Jameel, serta manajemen Wisatahati Jogja.

Kafilah menyusuri jalan Gejayan melintasi kantor PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta yang terletak di Jalan Kasuari No 1, Demangan, Catur Tunggal. Selanjutnya menuju Gedung Wanitatama Yogyakarta. Di sini, Ustadz Yusuf Mansur didaulat memberikan taushiyah untuk para pengunjung Jogja Islamic Book Fair 2009.

Jamaah onthel lalu melanjutkan perjalanan menuju bundaran Universitas Gadjah Mada, untuk kemudian kembali ke Masjid Nurul Asri. Sepanjang perjalanan, Ustadz Yusuf Mansur dan rombongan sibuk menyapa dan melambaikan tangan kepada masyarakat di kanan kiri jalan yang dilalui. [gallery link="file" columns="2"] Keesokan harinya, Rabu (18/11) Ustadz Yusuf Mansur bersama PPPA Daarul Qur’an Pusat dan Yogyakarta, meresmikan Rumah Tahfidz Miftakhul Jannah di Jalan Magelang Km 17, Tempel, Sleman, dan Rumah Tahfidz Deresan.

‘’Sebelum di Sleman dan Deresan, PPPA Daarul Qur’an Jogjakarta juga telah membuka Rumah Tahfidz di Samparan, Bantul,’’ ungkap Tarmizi, sambil menambahkan bahwa Insya Allah di Jogja akan didirikan 20 Rumah Tahfidz. ‘’Semoga Yogyakarta semakin istimewa dengan kehadiran Rumah Tahfidz,’’ ia berharap.

Karnaval onthel tersebut merupakan rangkaian gelar nasional sosialisasi dan peresmian Rumah Tahfidz. Diawali tanggal 14 November di Balikpapan dan keesokan harinya Samarinda, Ustadz Yusuf Mansur memperkenalkan Program Rumah Tahfidz di beberapa Majlis Taklim. Setelah itu, Ustadz menuju Pulau Dewata. Di sini, ia mensosialisasikan Rumah Tahfidz  di Masjid Al Ikhsan Sanur dan di Hotel Sanur Paradise, di hadapan 277 pengusaha dan tokoh masyarakat setempat.

Didamping H. Zainal Sania, Ustadz Yusuf Mansur mengakhiri kegiatan di Bali dengan meresmikan 9 Rumah Tahfidz. Salah satunya berada di Kawasan Buluh Indah dan Masjid Baitul Makmur Monang Maning.

Sementara itu di Semarang, PPPA Daarul Qur’an telah meresmikan 8 Rumah Tahfidz. Launching berlangsung meriah dan khidmat, dan dihadiri Walikota Sukawi Sutarip.

Tarmizi menuturkan, Program Rumah Tahfidz merupakan bagian dari ikhtiar PPPA Daarul Qur’an untuk mencetak 100.000 Hafidz (penghafal) Al Qur’an. Dalam hal ini, selain mengelola sendiri jejaring Ponpes Daarul Qur’an, PPPA Daqu juga mendukung pesantren dan madrasah penghafal Qur’an yang bertebaran di Tanah Air. PPPA juga bersinergi dengan lembaga lain seperti IKADI dalam menghidupkan Rumah Tahfidz di beberapa kota.

Semuanya, Insya Allah, dapat berjalan dengan bantuan dan partisipasi Anda semua. (aaisy/aya hasna)



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..