Arsip Berita | Oktober 2009
Alhamdulillah, TPQ dan Balistung Selamat dari Amukan Badai

  29 Oktober 2009    394

‘’Mengerikan. Kayak lagi perang aja,’’ kata Niman, warga Dusun Pondokmiri, melukiskan dahsyatnya hujan badai dan gelegar geledek. Petir bahkan masuk rumah, melalui para-para, seperti di kediaman Mpok Bedah di Kampung Pondokmiri RT 01/05.

Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah warga rusak ringan hingga berat. Kerusakan disebabkan sambaran petir, hempasan angin, atau tertimpa pohon yang banyak bertumbangan.

Salah satu yang rusak berat adalah rumah milik Kuslan, warga Kampung Pondokmiri RT 01/05. Atap dapurnya hancur tertimpa pohon besar. ‘’Rumah saya jadi condong ke kanan tuh,’’ ujar Mpok Bedah sambil menunjukkan dinding rumahnya yang agak miring seusai badai. Sebuah bengkel las di kampong yang sama, hampir habis atap asbesnya karena diterbangkan dan dibanting angin.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat bencana itu. Listrik PLN padam selama kejadian berlangsung.

Salah satu bangunan yang utuh tak kurang satu apapun adalah lokal Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Al-Azmy dan Baca-tulis-hitung (Balistung) Bocah Taqwa di Kampung Pondokmiri RT 02/05. ‘’Hanya tampias dan bocor karena memang sudah banyak genteng yang melorot,’’ kata Ustadzah Nurbaiti Rohmah, guru TPQ Al-Azmy. Padahal, bangunan lembaga pendidikan rakyat binaan PPPA Yayasan Daarul Qur’an Nusantara ini terbuat dari kayu, berdinding triplek, beratap genteng dan asbes. Sementara, rumah warga di belakang dan sampingnya, mengalami kerusakan genteng berantakan dan asbes yang beterbangan.

Rumah Ustadzah Dedeh Mardiah, salah satu guru TPQ Al-Azmy, juga utuh, meskipun kondisinya sangat ringkih lantaran temboknya tidak memakai tulang besi. ‘’Ketika hujan deras, kami berdoa bersama lalu tidur aja. Bangun-bangun hujan sudah reda tapi tetangga pada ribut karena rumahnya banyak yang rusak dan pepohonan rubuh. Alhamdulillah, kami tidak apa-apa,’’ tutur Dedeh, warga Pondokmiri RT 02/05.

Ustadzah Sri Wahyuni juga selamat. Pohon mangga dan rambutan milik tetangganya, tumbang menimpa atap 4 rumah di sekitarnya. Semua rumah atapnya rusak, kecuali atap rumah Wahyuni. Rumah di Pondokmiri RT 01/05 ini hanya disandari bagian atas kerimbunan pohon yang tidak memiliki dahan besar.

Sedangkan rumah Ustadzah Nurhasanah, mengalami kerusakan pada genteng atap dapur. ‘’Gentengnya memang sudah tua dan keropos,’’ kata guru Balistung ini. Air hujan yang menggenangi rumah, menimbulkan konslet listrik. Terpaksa, Senin malam itu listrik rumah Nurhasanah dipadamkan untuk menghindari bahaya setrum dan kebakaran.

Meskipun bersyukur karena bangunan TPQ dan Balistung yang dikelolanya selamat, Nurbaiti Rohmah turut prihatin pada kerusakan yang menimpa rumah orangtua murid. ‘’Ada sekitar 20 rumah murid yang rusak, gentengnya hancur diterbangkan angin atau tertimpa pohon,’’ katanya. (nurbowo)



Berita terakhir lainnya pada periode ini ..