Testimoni Sedekah

Siti Paningrum - Sedekah Berbuah Umrah

  844


Adakah muslim di dunia ini yang tidak menginginkan pergi ke tanah suci? Setiap muslim menyadari rukun islam yang terakhir tersebut dilaksankan bagi mereka yang mampu. Namun, bukan berarti kalangan yang berada di bawah itu pun tidak mempunyai impian untuk melaksanakannya.

Banyak cerita yang kita dengar tentang indahnya Baitullah di Tanah Arab sana. Manisnya merasakan ibadah di Masjidil Haram, berdoa, mengadukan segala keluh kepada Rabb Sang Pemilik Alam Semesta.

Hal yang sama dirasakan pula oleh Siti Paningrum (60). Wanita asli Brebes, Jawa Tengah ini lebih bertekad untuk berkunjung ke tanah suci. Pasalnya, ia memperoleh informasi yang disampaikan oleh KH. Ahmad Kosasih melalui media televisi, tentang adanya umrah gratis, akhir Desember 2012.

Namun, apa yang menjadi impiannya dan Drajat (62) suaminya, masih terbentur masalah ekonomi. Siti dan suami hanya mengandalkan warung sembako. Memang, anak pertamanya, Intan Kurniasih (26) telah menjadi guru honorer, tiga tahun lampau.

Namun, ia pun tak bisa berharap banyak dari penghasilan sang anak. Belum lagi, anak keduanya, Inayatul Kirom (22) masih berada di bangku SMK, yang pasti memerlukan banyak biaya.

Mengingat apa yang selalu Ustadz Yusuf Mansur sampaikan di acara Chatting YM yang bertajuk “Keajaiban Sedekah” empat tahun lalu. Ia mulai mempraktekkan apa yang sang ustadz ajarkan. Lakukan yang wajib, hidupkan yang sunnah, itulah yang selalu ibu dua anak ini pegang.

Selain mempraktekkan sholat sunnah seperti rawatib, dhuha dan tahajjud. Ia juga kenceng melakukan sedekah. “Serasa ada yang kurang, kalau belum berbagi. Pokoknya sama siapa saja, dalam bentuk apa saja, berapapun, yang penting lilahi ta’ala” ucapnya.

Kini, sedekah sudah menjadi hobi baginya. Namun, uang yang selama ini dikumpulkannya untuk berangkat umrah, harus ia alokasikan untuk anggaran yang lain.

Karena, sebuah badai datang di kehidupannya. Usaha sembako yang menjadi jurus utamanya untuk mengumpulkan modal umrah, mengalami kerugian sampai ratusan juta. Tepatnya, di Februari 2013.

Alhamdulillah, ia mempunyai Intan Kurniasih, selain sibuk mengajar, Intan mulai mengajaknya untuk mengahafal Alqur’an. Dimulai dari surah Al-Waqi’ah. Tidak sampai akhir surah, ia hanya mampu sampai ayat ke-10.

Diluar dari riyadhoh lain yang dikerjakannya bersama keluarga. Tahajjud ia gencarkan, dhuha pun terus-terusan, dan sedekah sebagai pemungkasnya.

Dua bulan kemudian, apa yang didapatnya sungguh diluar dugaan. “Makan pun sebenarnya kami pas-pasan, namun pertolongan Allah mengalahkan segalanya. Dia tunjukkan kepada kami keajaiban sedekah,” jelas wanita yang belakangan sering sakit-sakitan ini.

Alhamdulillah, sakit yang sering dialaminya mereda. Keinginannya untuk umrah juga menuai keberhasilan. Walaupun belum Allah sertakannya bersama sang suami, akhir April 2013 ia bersama rombongan berangkat ke tanah suci. Impian yang jauh diangan-angan, namun kini telah menjadi kenyataan.

Doanya, tak hanya ia yang dapat memenuhi panggilan Sang Khaliq. Suaminya pun selalu terlafadz ditengah lantunan harapnya kepada Sang Muara Harapan. Hasilnya, Alhamdulillah, dua bulan berikutnya, tepatnya akhir Juni suaminya pun berangkat ke tanah suci untuk melakukan umrah.


Testimoni lainnya ..



Arsip Testimoni