Berita Cabang Jogjakarta
Berita Terkini
 
 
Berita Sebelumnya ..
 
 
Ingin mendapatkan info terbaru tentang Berita dan kegiatan
PPPA DAQU?

Silahkan Add Pin BB ini ..

Bersama Masyarakat, Daarul Qur'an Bangun Kembali Rumah Korban Banjir Garut

Berita dari PPPA Cabang Bandung

Updated ( 2014-12-17 00:00:00 )
Read Total ( 1154 )

Share on Facebook
 
Banjir yang terjadi di Kampung Baru Bandung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat menimbulkan duka yang mendalam bagi Mak Omoh (78). Banjir akibat meluapnya sungai Cibarengkok tersebut menghanyutkan rumah yang ia tempati bersama seorang anaknya.

Banjir memang kerap mendatangi wilayah ini. Namun, kali ini ketinggian air sangat tinggi hingga mencapai 3 meter. Sebanyak 305 kepala keluarga dengan total 1.044 jiwa harus tinggal di tempat pengungsian. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun sebanyak 10 rumah roboh, 41 rusak berat, 108 rusak ringan serta 5 masjid dan 1 madrasah terendam.

"Mung TV mungkul anu kacandak. Caina Jol Tarik, langsung nyered bumi dugi ka palid tebihna 20 meter" ujar Mak Omoh dalam bahasa sunda yang berarti hanya televisi yang sempat dibawa dan karena air datang sangat cepat, dalam hitungan menit rumah Mak Omoh sudah hanyut sejauh 20 meter.

Maka, saat Daarul Qur'an menyatakan akan membangun kembali rumah para korban banjir yang hanyut dan rusak berat wajah Mak Omoh berubah sumringah.

"Di masa recovery ini kami memutuskan untuk membangun kembali rumah warga yang rusak berat" ujar General Manager Program Daarul Qur'an Rano Karno M Bilal.

Bilal menambahkan pembangunan kembali rumah korban banjir bekerjasama dengan masyarakat setempat.

"Kita ingin memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi para korban banjir" ujar Bilal.

Aksi pembangunan rumah ini melanjutkan program lainnya yang telah dilakukan seperti prmbuatan tanggul sementara, pipanisasi air di masjid dan pesantren, pembuatan dapur umum serta bersih-bersih rumah ibadah, pemberian Al-Qur'an

"Insya Allah setelah ini kita akan melakukan program pembinaan dalam bidang keagamaan di wilayah ini" ujar Bilal.

 
 
 
www.daqu.or.id