












![]() | ‘’Sudahlah, Ente berangkat umroh. Ntar pulang umroh rejeki Ente seettt kagak ketulungan dah.’’ Nasehat Ustadz Yusuf Mansur ini sempat membuat Sugiarto Djemani (50) termenung. Siapa sih yang tak ingin pulang umroh rejekinya melesat. Masalahnya, waktu itu ia tak punya tabungan yang mencukupi untuk biaya umroh bersama istri. Namun, keinginannya untuk umroh bersama Ustadz Yusuf Mansur dan sejumlah Penghafal Qur’an yang lolos seleksi program Sedekah Umroh, tak terbendung lagi. Bismillah, pokoknya Sugiarto mendaftarkan nama dirinya dan istri ke konter umroh di halaman Masjid An Nida, Stasiun MNCTV, Taman Mini, Jakarta Timur.‘’Hah, duit dari mana, Pak?’’ Basriyanti (49), istrinya, terkejut tatkala Sugiarto mengabarkan pendaftaran mereka itu. ‘’Tenang saja Mah, kita ikuti saja matematika sedekahnya,’’ jawab Sugiarto kalem. Sang istri, hanya mengiyakan. Sudah dua tahun mereka mengikuti syiar Ustadz Yusuf Mansur. Dan, sudah membuktikan sendiri bagaimana dahsyatnya sedekah plus riyadhoh. Sehingga, tidak kaget lagi dengan tantangan Sang Ustadz.Jelang jadwal berangkat umroh Juni 2010, ternyata cicilan tabungan umroh Sugiarto masih jauh dari cukup. Maka dia sepakat dengan istrinya untuk menjual satu-satunya mobil mereka. Itu pun cicilannya belum kelar, masih sekitar 60-an juta lagi. Kepada kenalan baiknya yang jadi pebisnis jual-beli mobil, Sugiarto menawarkan mobilnya. ‘’Tolongin ya, Ane lagi butuh uang banget nih,’’ kata Sugi, panggilan Sugiarto, kepada temannnya itu. ‘’Beres. Tapi kok buru-buru amat, emang mau perlu duit buat apa?’’ tanya si pedagang mobil. ‘’Biasalah,’’ Sugi enggan mengutarakan hajatnya kepada teman yang non-Muslim. Namun setelah terus didesak, akhirnya Sugi mengaku. ‘’Saya perlu uang buat bayar biaya umroh bersama istri,’’ katanya. ‘’Wih, bagus lah. Berapa perlunya?’’ kejar si teman. ‘’Yaa bangsa 40 jutaan lah.’’ Masya Allah! Tanpa disangka-sangka, teman itu menyerahkan uang sebanyak Rp 100 juta kepada Sugiarto. Sudah begitu, mobil Sugi tidak dia tahan. ‘’Uangnya pakai aja dulu, dan mobilnya bawa aja, kan Bapak perlu buat kerja,’’ katanya kepada Kepala Bidang Operasi BCA Kantor Cabang Utama Gunung Sahari 45 Jakarta Pusat. Akhirnya, pada Juni 2010, kesampaianlah niat Sugi untuk umroh bersama istri dan disertai Ustadz Yusuf Mansur, Syech Ali Jabir, serta sembilan Penghafal Qur’an. Ibadah ini sungguh menjadi pengalaman spiritual yang luar biasa baginya dan istri. Di Tanah Suci, mereka menjawab tantangan Ustadz Yusuf Mansur dengan berniat menyedekahkan motor di rumah. Motor tersebut biasa dipakai anak sulung mereka, Arif Setianto. Tak lama setelah pulang umroh, Sugi mendatangi kawannya pedagang mobil. Ia bermaksud menyerahkan mobilnya. ‘’Sorry nih, mobil belum laku-laku, sudah saya tinggal di sini aja,’’ katanya sambil menyerahkan kunci kendaraan. Alih-alih menerima mobil, si teman itu malah memberinya lagi uang Rp 60 untuk melunasi cicilan mobil Sugi ke kantornya. Dia bilang, ‘’Sudahlah, lunasi ini mobil, lalu jual dengan harga yang bagus ke siapa aja. Ntar kalau Bapak sudah dapat mobil pengganti, baru kembalikan uang saya.’’ Sugiharto takjub. ‘’Subhanallah, beginilah kalau Allah sudah menggerakkan hati manusia. Hal yang nggak mungkin pun jadi kenyataan,’’ batinnya. Agustus 2010, Sugiarto Djemani mendapat promosi sebagai Kepala Kantor Cabang Pembantu BCA Kwitang, Jakarta Pusat. Sebagai pimpinan, dia mendapat fasilitas mobil dinas beserta sopirnya. Tak hanya itu. Keluarganya juga mendapat rejeki yang tak disangka-sangka, sehingga dapat membeli 2 unit motor sekaligus untuk kuliah Arif Setianto (20) dan sekolah kedua adiknya, Dimas Setiawan (19) dan Aldo Muliawan (12). Ketika Sugi menyerahkan mobil yang lama kepada temannya, si teman turut senang. ‘’Nih, saya tambahi Rp 2 juta lagi, jadi kita lunas-lunasan ya,’’ katanya saat serah-terima mobil. Baru beberapa saat memegang KCP Kwitang, Sugiarto yang masuk BCA sejak 1982, langsung mendapat nasabah kakap. Seorang tokoh nasional kenalannya, membuka rekening di BCA KCP Kwitang dan menyimpan duit milyaran di situ. Kini, Sugiarto Djemani menjadi salah satu dari delapan pimpinan kantor cabang yang aktif menggerakkan pengajian karyawan muslim BCA se-Jadebotabek. (nurbowo) ![]() Date of Posting: 09 May 2012 Posted By: Sugiarto Djemani ‘Rejekinya Nggak Ketulungan’ |
Silahkan masukan donasi yang anda inginkan di box kosong di bawah ini...
ayo-sedekah, makelar-sedekah, sedekah-produktif, sedekah-ajib, sedekah-ajaib, manfaat-sedekah, rahasia-sedekah, pedoman-sedekah