header.png
top_up.jpg
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
header.png

Rumah Tahfidz PPPA Daarul Quran Afrika Selatan

Surel Cetak PDF

Rumah Tahfidz PPPA Daarul Quran, kini dikembangkan di Afrika Selatan. Dalam sejarah masuknya Islam di Afrika Selatan, para ulama dari Indonesia punya peran penting. Salah satunya yang paling terkenal, adalah Shech Yusuf Tuanta Salamaka. Masyarakat di Afrika Selatan akrab menyebutnya Shech Yusuf atau Shech Macasar. Shech Yusuf, ulama yang berasal dari Gowa, Makasar. Maka, titik awal dakwah Islam di Afrika Selatan diberi nama Macasar.

Di area makam Shech Yusuf yang dikenal dengan Kramat, berdiri bangunan Masjid Nurul Latief yang dibangun ulang pemerintah Indonesia pada era Presiden Megawati. Masjid itu diresmikan Wakil Presiden, Yusuf Kalla 2005 lalu. Tak jauh dari masjid dan makam itu, didirikan bangunan madrasah sebagai Rumah Tahfidz PPPA Daarul Quran. Satu ruangan, juga dijadikan kantor cabang PPPA Daarul Quran Afrika Selatan yang dipimpin Shech Imam Adam Phinlander. Salah satu ulama berpengaruh di Afrika Selatan.

“Ini barokah Al-Quran. Dulu Shech Yusuf datang dari Indonesia dan sekarang Daarul Quran dan Ustad Yusuf Mansur kembali datang ke Afrika Selatan, insya Allah ini berkah dan kita akan lahirkan banyak hafidz Quran di Afrika Selatan ini”, terang Imam Adam.

Kiprah dakwah Imam Adam dan keluarganya tak hanya di kalangan warga keturunan Indonesia maupun Timur Tengah saja, bersama istrinya ia masuk ke komunitas warga asli Afrika yang terpinggirkan oleh kaum Apartheid. Warga asli ini dilokalisir di satu kawasan luas ribuan hektar di Khayalitsha. Mereka menempati rumah-rumah bedeng memprihatinkan. Satu rumah bedeng bisa ditempati sampai tiga keluarga.

Di kawasan itu, muslim minoritas. Masjid dan mushola yang ada dibangun dari dari papan-papan bekas yang tak luas. Kriminalitas mengepung di tiap sudut perkampungan. Minuman keras dan prostitusi, bagian yang tak terpisahkan. Meski jadi warga asli Afrika, mereka tersingkir dari berbagai akses kehidupan karena mereka warga kelas tiga. Semua sendi keidupan dikuasai Apartheid.

“Saya ingin ambil lima anak dari kawasan ini untuk dibentuk mentalnya. Jika mereka sudah siap, saya ingin kirim mereka ke Daarul Quran Jakarta. Nanti setelah mereka dapat ilmu bisa kembali untuk dakwah di komunitas mereka”, tandas Shech Adam yang tiap dua kali sepekan datang ke mushola dan masjid di kawasan itu.

Tidak hanya berdakwah, keluarga Imam Adam juga jadi salah satu tumpuan komunitas muslim di kawasan Khayalitsha. Jika mereka kesulitan makanan atau ada masalah keluarga, mereka akan menghubungi Imam Adam. Kemudian Imam Adam akan datang menyelesaikan masalah mereka.

Rumah Tahfidz PPPA Daarul Quran juga dikembangkan di kawasan lain, di sekitar cape Town. Di tempat ini, fokusnya untuk anak-anak. Di Afrika Selatan, secara keseluruhan jumlah ummat muslim minorotas. Hanya tiga persen dari 49 juta penduduk Afrika Selatan. Semoga, barokah Al-Quran dapat menembus sudut dakwah tersulit di berbagai belahan negara di bumi ini. Walahu’alam.

 

Buzz This
Bookmark and Share
 

Add comment


Security code
Refresh


Silahkan masukan donasi yang anda inginkan di box kosong di bawah ini...

Amount: 

# Sedekah

ayo-sedekah, makelar-sedekah, sedekah-produktif, sedekah-ajib, sedekah-ajaib, manfaat-sedekah, rahasia-sedekah, pedoman-sedekah