header.png
top_up.jpg
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
  • Lembaga Pengelola Sedekah PPPA Daarul Qur'an
header.png

Alhamdulillah, Air Mengucur di Al Hikmah

Surel Cetak PDF

Currrr… begitu Ustadz Ali Ikhsan memutar kran perlahan ke kanan, air mengalir keluar. ‘’Alhamdulillaaah…,’’ pekik Sang Ustadz penuh haru, 23 September lalu, disaksikan Irfan dan Nanang Ismuhartoyo dari PPPA Daarul Qur’an.

Ustadz Ali sangat bersyukur, air kembali hadir di Rumah Tahfidz Gubuk Rubuh, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunung Kidul, DIY. Rumah Tahfidz yang dipimpinnya itu berdiri sejak Pebruari 2010 dan menjadi binaan PPPA Daarul Qur’an. Santrinya yang mukim 19 anak, selebihnya puluhan ‘’santri kalong’’.

Sejak jelang Ramadhan 1432 H lalu, kekeringan melanda Gunung Kidul.

Bencana ini melanda 170 dusun, termasuk Gubuk Rubuh. Warga terpaksa mengonsumsi air sungai, yang sekaligus digunakan untuk mandi dan cuci.

Sebagian warga mencari air bersih di dasar telaga yang sudah retak-retak di kejauhan hingga tiga kilometer.

Selama Ramadhan, Takmir Masjid Daarut Taqwa Kecamatan Patuk, menjadwal jamaah-nya untuk mengisi tempat wudlu (padasan). Setiap hari, lima remaja atau dewasa jamaah setempat wajib membawa air dari rumah atau tetangga yang masih memiliki, untuk memenuhi penampungan air masjid.

Kabupaten Gunung Kidul memang langganan kekeringan setiap tahunnya. Menurut seorang warga, kekeringan di sini berlangsung 3 bulan hingga 4 bulan setiap tahunnya.

Namun, kekeringan tahun ini semakin meluas. Kalau tahun lalu hanya dialami 12 kecamatan, kini 15 kecamatan dari 18 kecamatan mengalaminya.

Selain manusia, ternak pun menderita akibat kekeringan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul, Krisna Berlian, paling tidak 2.000-an ekor sapi dan 3.000 ekor kambing kurang gizi akibat minim hijauan tanaman.

Antisipasi sudah Pemda lakukan dengan dropping air ke 15 kecamatan. Namun itu dilakukan setiap 5 hingga 7 hari sekali, karena keterbatasan armada. Berita kekeringan yang dialami Rumah Tahfidz Al Hikmah sampai ke kantor PPPA Daarul Qur’an Jogja. Irfan, Manager Perwakilan PPPA Daqu Jogja, segera memobilisasi bantuan melalui Program Santri Siaga Bencana. Tim ini lalu mengirim bantuan berupa 1 unit jet pump.

‘’Pompa air itu untuk mengangkat air bersih dari mata air di dekat sungai ke bak penampungan di Rumah Tahfidz,’’ jelas Irfan.

Pada Jum’at, 23 September 2011 sore, Tim PPPA Daarul Qur’an hadir untuk meresmikan penggunaan instalasi pompa air tersebut. Saat itu sekaligus PPPA Daqu menjatah modal usaha pembesaran ternak kurban ke Al-Hikmah.

Peresmian disyukuri juga oleh segenap pengurus, guru dan santri Rumah tahfidz Al Hikmah.

‘’Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat bagi Rumah Tahfidz dan warga sekitarnya,’’ tutur Ustadz Ali Ikhsan dengan mata berkaca-kaca. Dan para santri pun menggemakan shalawat dengan penuh keceriaan. (kinank)

http://www.pppa.or.id/daqu/gallery/category/2-al-hikmah

 

Buzz This
Bookmark and Share
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 01 Februari 2012 11:07 )