Berita Cabang Jogjakarta
Air Mata Haru Siswa SDIT As Salam

  2017-01-16 00:00:00  

Riuh suara menyambut kedatangan mobil Mobile Qur’an (MOQU) PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta yang gagah berwarna merah marun. Para siswa saling berebut menyaksikan kecanggihan mobil MOQU. Ratusan pasang mata terbelalak kagum melihat berbagai multimedia yang terpasang di mobil. Televisi layar datar yang lebar juga rak-rak dengan ratusan buku warna-warni tampak begitu memukau wajah-wajah mungil di SDIT As Salam, Sanden Bantul, Yogyakarta pada Rabu (12/1).

Jam berdentang menandakan pukul 8.00 pagi. Tim Mobile Qur’an (MOQU) mengawali acara dengan penuh semangat, mencoba menghentikan keriuhan 360 siswa dan siswi di aula sekolah. Dalam sekejap, semuanya telah duduk rapi dalam barisan shaf-shaf yang disekat hijab antara siswa dan siswi. Lantunan merdu surat An-Naba’ dari 7 orang siswa kelas 1 menjadi pembuka yang syahdu pagi itu. Tilawah selesai, riuh tawa kembali menggelegak.

Riuh tawa itu sekejap menjadi hening berganti isak air mata yang mulai meleleh. Kak Maria, trainer MOQU, memulai aksinya dengan video perjuangan seorang ayah juga tentang pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Terlebih lagi ketika Kak Maria bercerita kisah Alqomah, seseorang yang menghadapi kesulitan saat sakaratul maut dikarenakan durhaka kepada ibundanya. Air mata pun semakin deras mengalir dari wajah-wajah siswa juga para guru, teringat kedua orang tua.

Selesai berkisah, Kak Maria mengajak para siswa ber-muhasabah. Alunan musik klasik mengalun mengajak para peserta menghayati setiap ujaran. Mengingat kedua orang tua, dosa apakah kiranya yang sudah mereka lakukan. Mengingat kembali, mungkin saja ada perintah ayahanda atau ibunda yang tidak dilaksanakan karena kemalasan. Isak tangis mewarnai muhasabah hari itu.

Wajah ratusan siswa itu basah oleh air mata yang tak henti mengalir. Mengingat dosa, menyesali kesalahan. Namun masih ada harapan untuk memperbaiki diri. Kak Maria mengajak mereka kembali berbuat baik kepada kedua orang tua, memuliakan mereka di dunia dan akhirat dan tak lupa senantiasa mendo’akan mereka sesuai tuntunan Rasulullah SAW dengan menghafal Al-Qur’an.

Wajah para siswa pun menjadi optimis ketika Kak Maria menerangkan bahwa dengan menghafal Qur’an, maka sebuah mahkota bertahtakan cahaya menjadi hak orang tua mereka ketika di padang Mahsyar nanti. Kak Maria pun menuntun mereka untuk menghafalkan Alqur’an dengan metode One Day One Ayat (ODOA).

Beberapa anak maju bergantian untuk murajaah surat An-Naba’. Kak Maria sudah menyiapkan hadiah berupa buku bacaan kisah Islami untuk mereka. Tanpa diduga, Hafidz, siswa kelas 1, tanpa ragu-ragu maju ke depan semua peserta. Suaranya bening melantunkan Surat Al Mulk, juz 29. Suara merdu pria cilik ini sungguh menyentuh semua hadirin, terutama Tim MOQU yang memang berfokus memotivasi anak-anak untuk menghafal Alqur’an.

“Kami sangat berterimakasih sekali kepada Tim Moqu untuk kedatangannya di sekolah kami. Semoga ke depannya kita bisa bekerjasama lagi," ungkap terimakasih Pak Galih, salah seorang Guru di SDIT As-Salam, Bantul.

Semoga kreativitas Tim MOQU PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta dalam mendawamkan Alqur’an terus berkembang. Dan semoga kiranya Allah memberi keberkahan dalam setiap langkah kecil kami untuk terus menggemakan Al-Qur’an di setiap pelosok daerah. Ikhtiar kami adalah membasahi gersangnya aqidah, menanam rimbunnya akhlak karimah. InsyaAllah.


Photo lainnya dalam Berita ini ..