Berita Cabang Semarang
Semarang Berdzikir

  2017-01-18 00:00:00  

Mendung yang menaungi Kota Semarang sejak siang tak menyurutkan niat masyarakat mengikuti agenda Dzikir Munajat Spesial yang digelar PPPA Daarul Qur’an Semarang pada Kamis (12/1) lalu. Ba'da Ashar, berbondong-bondong masyarakat menuju Masjid An Nur yang beralamat di Jalan Lamper Tengah Raya.

Sore itu, mulai dari orang tua, remaja, laki-laki dan perempuan bahkan anak-anak terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan karyawan dan para relawan PPPA Daarul Qur'an Semarang. 

Koordinator Acara, Haris Halimi, mengatakan dzikir munajat sebenarnya merupakan agenda rutin setiap Senin dan Kamis. Namun, agar para jamaah tidak bosan timnya menyelinginya dengan konsep yang berbeda.

"Kalo biasanya acara dimulai bada ashar dan ditutup dengan buka puasa bersama. Kali ini durasinya lebih panjang karena ada khataman Al Quran dan tausiyahnya pun digelar bada Isya," ujar Haris

Rutin seperti biasanya acara pada hari itu dibuka dengan berdzikir bersama, membaca asmaul husna dan surat pilihan yakni Al Waqiah, Ar Rahman dan Al Mulk yang dipimpin Ustadz Aseffudin. Kemudian dilanjut dengan khataman Al Quran. 

Aktivitas jamaah harus terjeda sesaat, manakala adzan mahgrib akan berkumandang. Para jemaah menuju beranda masjid, disana telah tersedia takjil untuk berbuka puasa sunnah Senin-Kamis. Setelah berbuka dan sholat berjamaah, tanpa dikomando para jamaah kembali melanjutkan khataman Al Quran.

Sehabis mahgrib, gelombang jamaah masih berdatangan. Rintik hujan ternyata tak menjadi penghalang semangat mereka untuk menuntut ilmu. Acara puncak yang ditunggu pun tiba. Bada Isya para jamaah langsung merapikan shaf bersiap mendengarkan tausiyah yang disampaikan  Ustadz Anif Sirsaeba. 

Ditahun 2017 ini, masih dengan tujuan membangun Indonesia dengan Al Quran, para jemaah dimotivasi untuk lebih mencintai Al Quran dengan cara membaca dan mengamalkannya. Kelak pembacanya akan mendapatkan syafaat.  

Dalam tausiyahnya Ustadz Anif memaparkan kisah-kisah nyata tentang orang-orang yang mendapatkan jalan keluar atas problematika hidupnya dengan memperbanyak waktunya untuk membaca Al Qur'an. Membaca Al Qur'an itu berarti dalam diri kita sudah tertanam keyakinan tentang keimanan.

"Itulah mengapa pada Surat Al Baqarah dibuka dengan Alif Lam Mim, yang artinya secara pasti hanya Allah yang tahu. Tak peduli apa artinya, tapi kita tetap membacanya dengan keyakinan," tutur Ustadz Anif. 

Cita-cita besar untuk membangun Indonesia dengan Al Qur'an tentu tak bisa dilakukan sendiri. Namun, harapan besar ini membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat.

Tidak ada ikhtiar yang sia-sia. InsyaAllah dengan bergandengan tangan dan mengharap ridho-Nya, di tahun 2017 ini bersama kita wujudkan Indonesia yang Qurani.